Tanggapi Proyek Kipas Angin KDMP Rp 1,8 Triliun, Dirut PT Agrinas: Saya Nggak Tahu, Tanya yang Ngomong

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:16 WIB
Dirut PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. (ANTARA)
Dirut PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Direktur Utama PT Agrinas Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, angkat bicara terkait isu pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDMP senilai Rp 1,8 triliun yang belakangan ramai diperbincangkan.

Joao secara tegas mengaku tidak mengetahui adanya pembahasan mengenai proyek fantastis yang bahkan sempat menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tersebut.

"Saya nggak tahu. Saya enggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya udah biarin aja orang nggak ada urusan sama saya ngapain saya urusin," kata Joao, mengutip ANTARA, Kamis (23/7).

Baca Juga: Kemlu Turun Tangan Usut Femas, WNI Asal Madiun yang Kabur dari Rombongan Tur di Korea

Dirut Agrinas Tanggapi Proyek Kipas Angin Rp 1,8 T

Dalam kesempatan tersebut, Joao memilih untuk tidak berkomentar banyak.

Mengingat PT Agrinas adalah perusahaan yang bertanggung jawab untuk memasok dan mengadakan barang di seluruh Kopdes Merah Putih, ia dicecar berbagai pertanyaan oleh awak media.

Namun, saat ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin tersebut benar berada di bawah Agrinas, Joao tidak memberikan jawaban secara langsung.

Ia justru meminta wartawan untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada pihak yang pertama kali menggulirkan informasi itu.

"Kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu," ucap Joao merespons pertanyaan media.

Meskipun terus didesak dengan pertanyaan serupa berkali-kali, Joao tetap bersikeras pada pendiriannya dan enggan memberikan penjelasan lebih jauh terkait rumor tersebut.

"Orang saya enggak diajak ngomong kok, saya enggak tahu, dia ngomong sendiri, tanya sama yang ngomong dong," kelitnya.

Baca Juga: Mobil Listrik China Kuasai Pasar, Penjualan Honda Melorot hingga 60 Persen

Awal Mula Sorotan DPR

Polemik mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin yang disebut-sebut menelan anggaran hingga Rp 1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih ini awalnya beredar luas di media sosial.

Isu tersebut kemudian secara resmi dibawa ke meja parlemen oleh Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam.

Hal itu disampaikan Mufti dalam sebuah rapat kerja bersama Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, pada 15 Juli 2026 lalu. Dalam rapat itu, Mufti mempertanyakan kebenaran kabar tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan informasi atau dokumen pemerintah apa pun mengenai proyek pengadaan itu.

Merespons hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono kala itu juga langsung membantah dan menyatakan bahwa pengadaan kipas angin tersebut bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.

Lebih lanjut, Joao menjelaskan posisi dan tugas sebenarnya dari PT Agrinas Nusantara dalam ekosistem program Kopdes Merah Putih yang merupakan salah satu program strategis nasional.

Ia memaparkan bahwa perusahaannya mendapat mandat khusus untuk menangani proses pembangunan, pengadaan barang, hingga operasional manajemen koperasi di tingkat akar rumput tersebut.

"Kan kita kan ditugaskan untuk mengelola selama dua tahun. Kita ditugaskan dari pembangunan, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun," tutup Joao. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
pengadaan kipas angin kipas angin kopdes Kopdes Merah Putih Agrinas KDMP