Jawa Pos Radar Madiun - Insiden nahas kebakaran kapal penumpang kembali menjadi sorotan serius jajaran pemerintah pusat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, memastikan proses investigasi akan segera bergulir.
Langkah tegas ini ditujukan untuk mengusut tuntas penyebab pasti di balik insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa yang terjadi di perairan utara Madura.
Secara khusus, AHY menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa para penumpang kapal tersebut.
"Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Update Insiden KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Perairan Sumenep: Lima Penumpang Meninggal
Keterlibatan KNKT dan Evakuasi Penumpang
Proses investigasi mendalam terkait kecelakaan transportasi laut ini nantinya akan dipegang langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
AHY menyadari bahwa proses pencarian fakta ini tentu membutuhkan waktu agar hasil penyelidikan dapat dipaparkan secara gamblang dan akurat kepada publik.
Di saat yang bersamaan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk berfokus memberikan penanganan terbaik bagi seluruh korban yang terdampak insiden ini.
Saat ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tengah bersiaga penuh di lapangan bersama tim SAR gabungan.
Mereka terus bekerja keras untuk memastikan kelancaran proses evakuasi sekaligus melakukan tahapan verifikasi data penumpang kapal secara akurat.
Operasi penyelamatan ini juga didukung penuh oleh pengerahan armada kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Baca Juga: Panas! Vietnam Yakin Menang di Kandang Indonesia, Jaga Asa Lolos Semifinal Piala AFF 2026
Prioritas Keselamatan dan Peremajaan Armada
Tragedi ini seolah kembali menjadi peringatan keras mengenai krusialnya jaminan keselamatan dalam operasional sektor perhubungan laut nasional.
AHY secara tegas menuntut adanya pengecekan ulang secara menyeluruh, mulai dari kelaikan kondisi fisik kapal, kesiapan sumber daya manusia, hingga mitigasi cuaca ekstrem.
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kepatuhan awak kapal terhadap prosedur tetap keselamatan harus dijalankan tanpa toleransi kesalahan.
Keselamatan nyawa para penumpang harus selalu diposisikan sebagai prioritas tertinggi yang tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.
"Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan," kata AHY menegaskan arahannya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah berjanji akan terus mendorong program peremajaan armada kapal secara bertahap dan konsisten.
Pembaruan armada ini dinilai sebagai langkah paling strategis guna meminimalkan masalah teknis sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi perairan di Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani