Jawa Pos Radar Madiun - Tragedi kecelakaan maut mengguncang Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu siang, 1 Agustus 2026.
Rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang baru saja menyelesaikan tugas pengabdian di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang.
Hendak memanfaatkan waktu senggang untuk berwisata ke kawasan Sungai Alut, Kecamatan Mantewe. Niat healing tersebut justru berujung petaka.
Kronologi Kecelakaan
Insiden terjadi di Jalan Alternatif Batulicin Banjarbaru, tepatnya di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, sekitar pukul 12.00 WITA.
Menurut Kapolsek Mantewe AKP Kusnin, sebuah truk tangki BBM yang dikemudikan pria berinisial MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Klaim Negosiasi Baru Dimulai Hari Ini
Saat melintasi lokasi kejadian, truk tersebut tiba tiba kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan, lalu menghantam telak mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa KKN dari arah berlawanan.
Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan berat. Sejumlah korban bahkan sempat terjepit di dalam kendaraan dan harus dievakuasi dengan bantuan warga sekitar sebelum petugas tiba di lokasi.
Tujuh Orang Tewas, Satu Selamat
Dari delapan orang yang berada di dalam mobil pikap, tujuh di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban meninggal terdiri dari lima mahasiswa KKN, yakni Muhammad Ramadhani dan Abdi Cahya Girsang dari Universitas Lambung Mangkurat, serta Nafa Izzatul Jannah, Nur'aini Salsabila, dan Veri Andi Saputra dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
Dua korban lainnya adalah Tegar Mangku Alamsyah, anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi yang mengemudikan pikap, serta M Ilyas selaku sopir truk tangki BBM.
Satu mahasiswa ULM lainnya, M Fahrizal Hasbi, berhasil selamat meski mengalami luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.
Baca Juga: Tragedi di Langit Yunani! Misi Padamkan Kebakaran Berujung Insiden
Respons Kampus dan Pertamina
Menyusul insiden ini, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan memutuskan menghentikan sementara seluruh kegiatan KKN di Tanah Bumbu selama satu minggu ke depan sebagai bentuk evaluasi dan masa berkabung.
Pihak rektorat kedua kampus juga dilaporkan langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima kabar duka tersebut.
Pertamina Patra Niaga selaku pihak yang mengoperasikan truk tangki turut memberikan penjelasan resmi terkait insiden ini, menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang merenggut banyak korban jiwa tersebut.
Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti truk tangki kehilangan kendali, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Seluruh jenazah korban yang meninggal dunia sudah diserahkan kepada pihak keluarga masing masing untuk dimakamkan.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, civitas akademika ULM dan Unukase, serta masyarakat luas Kabupaten Tanah Bumbu yang ikut merasakan kehilangan besar atas gugurnya generasi muda penuh harapan tersebut. (*)
*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : Kalimantan Post