Jawa Pos Radar Madiun - Struktur perusahaan pelat merah bakal semakin ramping. Di sisi lain, gelombang layoff alias pemutusan hubungan kerja besar-besaran juga berpotensi terjadi.
Penyebabnya adalah perintah Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran BUMN untuk memangkas jumlah anak-cucu perusahaan. Dua korporasi yang paling disorot Pertamina dan PLN.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjadi salah satu petinggi BUMN yang hadir.
Pemangkasan tidak hanya diarahkan untuk menekan struktur perusahaan yang terlalu berlapis.
Pemerintah ingin rantai pengambilan keputusan menjadi lebih pendek, terutama ketika BUMN menghadapi persoalan yang membutuhkan respons cepat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pengurangan layer-layer perusahaan juga berlaku terhadap BUMN lainnya.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya," ungkap Teddy, mengutip siaran resmi seskab, Senin (10/8).
"Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," sambungnya.
Baca Juga: PSSI Minta Warganet Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Tampil Memalukan di Piala AFF 2026
Prabowo Ingin Struktur BUMN Lebih Ramping
Arahan tersebut menempatkan efisiensi sebagai salah satu fokus pembenahan perusahaan negara. Struktur anak dan cucu perusahaan yang terlalu panjang dinilai perlu dikurangi agar operasional BUMN semakin produktif.
Pertamina dan PLN mendapat perhatian khusus karena termasuk perusahaan BUMN dengan skala bisnis besar. Namun, kebijakan perampingan tersebut tidak terbatas pada dua perusahaan tersebut.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya juga telah melaporkan perkembangan tindak lanjut instruksi Presiden mengenai pengurangan lapisan perusahaan BUMN.
Pertamina dan PLN termasuk perusahaan yang disebut dalam proses tersebut.
"Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN,," kata Rosan, mengutip ANTARA.
Baca Juga: Jaecoo J5 EV Cetak Rekor Penjualan di Bulan Juli 2026, Tembus 3.200 Unit dalam Sebulan
Sudah 274 Perusahaan Dirampingkan
Proses perampingan ternyata telah berjalan. Rosan menyebut streamlining sudah dilakukan terhadap 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan restrukturisasi BUMN telah bergerak sebelum kembali ditegaskan Prabowo dalam rapat di Hambalang.
Target utamanya adalah menciptakan organisasi yang lebih sederhana sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan.
Perampingan anak-cucu perusahaan juga diarahkan untuk menjaga produktivitas dan efisiensi.
Dengan lapisan organisasi yang lebih sedikit, proses bisnis diharapkan tidak terhambat rantai birokrasi korporasi yang terlalu panjang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani