Jawa Pos Radar Madiun - Bursa Pilpres 2029 memang masih terlalu dini untuk dipetakan.
Namun, hasil survei IPO atau Indonesia Political Opinion mulai memperlihatkan sejumlah figur di Kabinet Merah Putih yang mendapatkan penilaian positif sekaligus memiliki tingkat popularitas tinggi.
Salah satunya Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya.
Dalam survei tersebut, Teddy menempati peringkat kedua pejabat kabinet dengan penilaian kinerja positif sebesar 33,5 persen, hanya berada di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hasil tersebut belum dapat diartikan sebagai elektabilitas Teddy untuk Pilpres 2029 karena survei IPO yang dipaparkan tidak mengukur pilihan calon presiden maupun calon wakil presiden.
Namun, tingginya penilaian positif dan popularitas membuat namanya menjadi salah satu figur pemerintahan yang menarik diperhatikan dalam dinamika politik menuju 2029.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan persepsi masyarakat terhadap kinerja pejabat kabinet memiliki keterkaitan dengan tingkat popularitas masing-masing figur.
"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menkeu Purbaya teratas, Seskab Teddy Indra Wijaya posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," kata Dedi.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk TC Spanyol, Garuda Bersiap ke Piala Dunia
Teddy Indra Wijaya Tempel Purbaya
Berdasarkan hasil survei IPO, Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi teratas dengan penilaian positif mencapai 42,8 persen.
Teddy menyusul di urutan kedua dengan 33,5 persen.
Posisi ketiga ditempati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dengan 32 persen. Setelahnya terdapat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memperoleh 30,9 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memperoleh 26,5 persen. Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono berada di angka 25,3 persen.
Temuan tersebut memperlihatkan persaingan persepsi publik terhadap sejumlah figur di dalam pemerintahan. Namun, indikator kinerja kabinet tentu berbeda dengan elektabilitas dalam kontestasi pemilu.
Baca Juga: Prabowo Minta Anak-Cucu BUMN Dipangkas, 274 Perusahaan Sudah Dirampingkan
Popularitas Teddy Tembus 41 Persen
Nama Teddy juga berada di papan atas ketika IPO mengukur popularitas pejabat kabinet. Sebanyak 41 persen responden menyatakan mengenal atau mengetahui nama Sekretaris Kabinet tersebut.
Angkanya hanya terpaut 2,5 poin persentase dari Purbaya yang mencatat popularitas tertinggi sebesar 43,5 persen. Di bawah keduanya terdapat Bahlil dengan 32,8 persen.
Agus Harimurti Yudhoyono memiliki tingkat popularitas 30,4 persen. Sementara Zulkifli Hasan berada di angka 26,1 persen.
Kombinasi popularitas dan persepsi positif tersebut membuat Teddy menjadi salah satu figur kabinet dengan eksposur publik menonjol berdasarkan survei IPO.
Apakah modal itu kelak berkembang menjadi faktor politik menuju Pilpres 2029, tentu masih membutuhkan indikator dan survei elektabilitas yang secara khusus menguji nama-nama kandidat.
Baca Juga: PSSI Minta Warganet Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Tampil Memalukan di Piala AFF 2026
IPO Juga Ungkap Menteri dengan Penilaian Kurang Baik
Selain mengukur persepsi positif, IPO memotret pejabat kabinet yang dinilai memiliki kinerja kurang baik. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menempati posisi pertama dengan 51,8 persen.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berada di urutan berikutnya dengan 48,5 persen. Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat 4,5 persen berdasarkan data yang disampaikan IPO.
"Yang pertama adalah Menteri HAM Natalius Pigai 51,8 persen, Menteri PU Dody Hanggodo 48,5 persen, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 4,5 persen," ujar Dedi.
Dedi mengingatkan persepsi masyarakat terhadap pemerintah bukan sesuatu yang statis. Penilaian dapat bergerak mengikuti perkembangan kondisi dan kinerja pemerintahan.
"Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian," katanya.
Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.
Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Karena yang diukur adalah persepsi terhadap kinerja dan popularitas pejabat kabinet, hasil tersebut tidak otomatis menunjukkan peta elektabilitas Pilpres 2029.
Popularitas dan penilaian kinerja dapat menjadi modal pengenalan figur, tetapi pilihan politik pemilih membutuhkan pengukuran tersendiri.
Meski demikian, munculnya Teddy Indra Wijaya di posisi kedua dalam penilaian positif sekaligus memiliki popularitas 41 persen menjadi temuan yang menarik.
Masih tiga tahun menuju Pilpres 2029, sehingga peta figur potensial maupun persepsi publik sangat mungkin berubah seiring dinamika politik nasional. (naz)
Editor : Mizan Ahsani