Jawa Pos Radar Madiun - Suasana pagi di Flores berubah menjadi kepanikan ketika gempa kuat mengguncang wilayah tersebut sebelum matahari terbit pada Sabtu.
Bangunan rusak dan sebagian runtuh, sementara warga bergegas meninggalkan rumah karena khawatir gempa susulan.
Di sejumlah wilayah pesisir, kepanikan semakin besar setelah air laut terlihat surut dan peringatan tsunami dikeluarkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 38 orang meninggal dunia setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Pulau Flores, Indonesia.
Jumlah korban masih dapat berubah karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Gempa terjadi sesaat sebelum pukul 05.00 waktu setempat pada Sabtu, atau sekitar pukul 22.00 GMT pada Jumat.
Menurut badan meteorologi dan geofisika Indonesia, pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 15 kilometer.
Gempa dengan kedalaman relatif dangkal seperti ini dapat menimbulkan dampak lebih besar di permukaan.
Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan turut mengguncang wilayah yang sama, termasuk satu gempa berkekuatan 6,1 magnitudo.
Baca Juga: John Herdman vs Shin Tae-yong, Dua Pelatih dan Panggung Pembuktian di Indonesia
Puluhan Warga Meninggal akibat Bangunan Runtuh
Dampak gempa terasa di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.
BNPB melaporkan korban jiwa tersebar di beberapa wilayah, termasuk Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Berdasarkan laporan awal BNPB:
- Sikka: 3 orang meninggal
- Manggarai: 6 orang meninggal
- Manggarai Timur: 5 orang meninggal
- Sedikitnya 2 orang mengalami luka berat
- 11 orang mengalami luka ringan
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan sebagian korban meninggal ketika sedang tidur akibat material bangunan yang runtuh.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada berbagai fasilitas.
Laporan awal mencatat 54 rumah mengalami kerusakan berat, selain lima fasilitas kesehatan, tiga tempat ibadah, enam bangunan pemerintahan, satu institusi pendidikan, serta sebuah gudang.
Wilayah Manggarai termasuk salah satu daerah yang paling terdampak menurut BNPB.
Baca Juga: Cara Klaim Asuransi Mobil agar Tak Ditolak, Siapkan Dokumen dan Jangan Buru-Buru ke Bengkel
Warga Berhamburan Keluar Rumah
Arnold Welianto, warga Talibura di Sikka yang tinggal dekat pesisir, menggambarkan guncangan yang membuatnya langsung terbangun.
"I was startled awake and immediately went to my child's room."
Welianto mengatakan sebagian warga kemudian bergerak menuju daerah perbukitan. Kepanikan bertambah ketika warga melihat air laut surut.
"Some other residents were standing along the roadside because the sea had also receded," he explained.
"The water remained low for quite some time, so everyone panicked and ran - I went around to the community health centre, and the people there had already been evacuated."
BNPB menyebut sekitar 2.000 orang telah mengungsi atau berpindah secara mandiri setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
Peringatan Tsunami Dicabut Tiga Jam Kemudian
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa utama.
Warga di kawasan pesisir terlihat bergerak menuju daerah yang lebih tinggi, termasuk menggunakan sepeda motor untuk menjauh dari pantai.
Namun, sekitar tiga jam setelah gempa utama, peringatan tersebut dicabut setelah tidak ditemukan kenaikan permukaan laut yang signifikan.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, warga tetap diminta berhati-hati karena gempa susulan masih terjadi.
Sejumlah masyarakat memilih bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan yang sudah mengalami kerusakan dapat kembali runtuh.
Baca Juga: Tumbang dari Turki, Korea Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia Voli Putri U-17 2026
Warga Masih Takut Kembali ke Rumah
Kondisi pascagempa membuat sebagian warga memilih beraktivitas di luar ruangan.
Arnold Welianto mengatakan banyak warga Talibura belum berani kembali ke rumah karena gempa susulan terus terasa.
Hal serupa dialami Yulian Juita Ekalia, seorang dosen universitas dari Ruteng yang berada di sebelah barat pusat gempa.
Karena takut terjadi guncangan lanjutan, ia bahkan memindahkan kompor ke luar rumah dan memasak di sana.
"I have never felt an earthquake this big," she told news agency AFP. "It felt like we were on a trampoline - it was really scary."
Situasi tersebut menggambarkan ketakutan warga setelah gempa utama, terutama di daerah yang bangunannya mengalami kerusakan.
Pencarian dan Penyelamatan Masih Berlangsung
Tim penyelamat masih bekerja untuk mengetahui dampak sebenarnya dari gempa tersebut.
Proses pendataan diperkirakan membutuhkan waktu karena sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan yang terpencil dan bergunung-gunung.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi kawasan pantai.
Serta tidak mendekati bangunan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rawan mengalami gempa bumi dan aktivitas vulkanik.
Kondisi tersebut berkaitan dengan posisi Indonesia yang berada di kawasan pertemuan tiga lempeng tektonik utama.
Dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berjalan.
Jumlah korban serta tingkat kerusakan akibat gempa Flores ini masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : BBC