Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: NU Kuat, Indonesia Kuat

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:53 WIB
MUKTAMAR: Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8). JAWA POS RADAR JOMBANG
MUKTAMAR: Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8). JAWA POS RADAR JOMBANG

Jawa Pos Radar Madiun – Muktamar ke-35 NU tak sekadar menjadi hajatan organisasi. Forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut menjadi momentum memperkuat peran NU sebagai penyangga bangsa sekaligus jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan hal tersebut di hadapan ribuan utusan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia di Jombang, Kamis (27/8).

’’NU hadir sebagai ikhtiar untuk mengukuhkan NKRI,’’ ujar Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf.

Menurut dia, besarnya jumlah warga Nahdlatul Ulama merupakan kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Potensi tersebut mesti dibarengi peningkatan kapasitas organisasi dan sinergi dengan pemerintah agar berbagai program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

’’NU dan Indonesia tidak mungkin dan tidak boleh dipisahkan,’’ tegasnya.

Baca Juga: Belanja Pegawai Pemkab Madiun Masih 33 Persen, Merger OPD Jadi Opsi

Gus Yahya juga menyerukan penguatan semangat ta’awun atau tolong-menolong di lingkungan organisasi. Energi nahdliyin diharapkan tidak habis untuk kepentingan perebutan posisi.

Sebaliknya, kekuatan organisasi mesti diarahkan untuk memperbesar kerja bersama demi kepentingan bangsa dan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir sekaligus membuka Muktamar ke-35 NU turut menegaskan besarnya jasa NU dalam perjalanan Indonesia.

Prabowo menyinggung Syubbanul Wathan karya KH Wahab Hasbullah sebagai salah satu bukti nasionalisme di lingkungan ulama dan pesantren telah tumbuh bahkan sebelum Indonesia merdeka.

’’NU merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar,’’ kata Prabowo.

Baca Juga: 141 Warga Kota Madiun Verifikasi Data PIP-PIPK, Baru 65 Tervalidasi

Menurut Prabowo, kebangkitan Indonesia harus berjalan beriringan dengan terciptanya keadilan dan kemakmuran. Pemerintah juga membutuhkan kedekatan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai dua kekuatan besar dalam menjaga stabilitas bangsa.

’’Kalau bangsa ini mau bangkit dan aman, pemerintah memang harus dekat dengan NU dan Muhammadiyah,’’ tegasnya.

Prabowo juga menjanjikan penguatan pesantren dan lembaga pendidikan di bawah naungan kedua organisasi tersebut. Termasuk pemenuhan bantuan layar interaktif bagi sekolah NU yang sebelumnya terkendala persoalan administrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengingatkan jasa ulama, kiai, dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan. Dia menggunakan istilah ’’Jas Ijo’’ alias jangan sekali-kali melupakan jasa ulama.

Baca Juga: Tujuh Fraksi DPRD Kabupaten Madiun Soroti Pendapatan Turun, Wanti-Wanti SiLPA

Di hadapan peserta muktamar, Prabowo juga memaparkan sejumlah agenda pemerintah. Mulai swasembada pangan dan energi hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat.

Pemberantasan korupsi turut menjadi penekanannya. Praktik rasuah dinilai menggerus kekayaan negara yang semestinya dapat digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

’’Yang penting kita harus berani memberantas korupsi,’’ ujarnya.

Prabowo kemudian resmi membuka Muktamar ke-35 NU dengan menekankan pentingnya kekuatan dan persatuan organisasi bagi Indonesia.

’’NU kuat, Indonesia kuat. NU rukun, Indonesia rukun. NU berdaya, Indonesia bermartabat,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Muktamar ke-35 NU jombang Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto Nahdlatul Ulama