Pesawat Menhut Gagal Mendarat di Kalbar akibat Asap Karhutla, Jarak Pandang Cuma 100 Meter

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:23 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan (kemeja abu-abu) dan sejumlah kepala OPD menunggu kedatangan Menhut Raja Juli di VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya. (ANTARA)
Gubernur Kalbar Ria Norsan (kemeja abu-abu) dan sejumlah kepala OPD menunggu kedatangan Menhut Raja Juli di VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat semakin serius.

Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (3/9), akibat kabut asap tebal.

Jarak pandang di sekitar bandara dilaporkan hanya sekitar 100 meter. Kondisi tersebut membuat pesawat yang membawa Menhut Raja Juli Antoni tidak dapat melakukan pendaratan.

"Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan.

Akibatnya, kunjungan Raja Juli ke Kalbar terpaksa ditunda.

Jika cuaca dan jarak pandang membaik, Menhut diupayakan tetap datang untuk melanjutkan agenda yang telah disiapkan atau kunjungan dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Baca Juga: SMKN 2 Jiwan Gasak SMA Muhipo 5-1, Kunci Tiket Perempat Final Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya

Seharusnya Tinjau Lokasi Karhutla

Ironisnya, kedatangan Raja Juli ke Kalbar justru dijadwalkan untuk meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak karhutla.

Ada tiga lokasi yang masuk agenda, yakni Limbung, kawasan sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya.

Selepas peninjauan, Menhut dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait penanganan karhutla di Kalbar.

Kementerian Kehutanan juga menyiapkan bantuan untuk memperkuat penanganan kebakaran.

"Bantuan rencana pompa air, peralatan-peralatan yang akan dibantu dari Kementerian Kehutanan. Kemudian makanan dan minuman, obat-obatan, masker dan lain sebagainya," ujar Krisantus.

Pemprov Kalbar bersama pemerintah pusat dan unsur terkait kini terus memperkuat koordinasi pengendalian karhutla.

Pemerintah daerah juga menegaskan penindakan terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla pernah dilakukan sebelumnya.

"Sudah pernah. Tahun 2019 juga banyak yang sudah kita tindaklanjuti, sampai pencabutan izin," katanya.

Gangguan terhadap penerbangan menunjukkan kabut asap Kalimantan Barat tak hanya berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Asap karhutla kini juga menghambat mobilitas serta agenda penanganan kebakaran secara langsung di lapangan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
menhut gagal mendarat asap karhutla karhutla raja juli antoni