Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah menyiapkan perubahan skema penyaluran bantuan sosial (bansos). Program bantuan berbasis transfer tunai langsung atau cash transfer direncanakan mulai diuji coba pada awal 2027.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bantuan nantinya diarahkan langsung kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan pemberian insentif terhadap produk.
"Karena bansos itu nanti kita mungkin tidak berikan lagi insentif kepada produk, kita akan berikan insentif kepada orang langsung," ujar Luhut di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).
Menurut dia, jumlah masyarakat yang berpotensi memenuhi persyaratan sebagai penerima cash transfer bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta orang.
"Jadi nanti sekian puluh juta atau ratus juta penduduk kita yang qualified untuk menerima cash transfer itu saya kira bisa kita lakukan pada awal tahun depan. Kita akan uji coba pada awal 2027," katanya.
Baca Juga: Makna Lakon Wayang Wirata Purwa: Ketika Pandawa Mengajarkan Perjuangan Tak Selalu dengan Senjata
Gunakan AI hingga Biometrik
Rencana bansos cash transfer tersebut akan didukung digitalisasi tata kelola pemerintahan. Luhut menyebut pemerintah tengah mendorong penggunaan government technology berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan transparansi.
Teknologi seperti pengenalan wajah (face recognition) dan biometrik juga akan dimanfaatkan. Digitalisasi dinilai dapat mengurangi interaksi langsung dalam proses administrasi sehingga potensi penyimpangan bisa ditekan.
"Karena pertemuan orang-orang akan sangat berkurang, karena semua dengan face recognition, dengan biometrik itu sudah bisa semua didapat. Pendataan ini saya kira satu loncatan yang hebat di jaman pemerintahannya Presiden Prabowo," kata Luhut.
Pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam pendataan penerima bansos. Pemda diminta melakukan registrasi terhadap masyarakat yang dinilai berhak memperoleh bantuan.
"Kita dukung semua dan semua pemda saya kira akan terlibat, saya sudah minta juga untuk me-register, mendaftar untuk yang ingin dapat bansos," ujarnya.
Meski demikian, program tersebut masih berada pada tahap persiapan menuju uji coba. Detail mengenai besaran bantuan, kriteria penerima, maupun mekanisme penyaluran cash transfer belum dijelaskan dalam keterangan tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani