Jawa Pos Radar Madiun - Tugas jurnalistik untuk mengabarkan aktivitas alam secara faktual justru berujung pada insiden hilangnya sejumlah awak media.
Perairan Selat Sunda yang menjadi lokasi pemantauan erupsi Gunung Anak Krakatau kini menjadi pusat operasi pencarian skala besar.
Arie Basuki, seorang jurnalis dari portal berita daring Merdeka.com, dilaporkan mengalami hilang kontak sejak Senin (7/9).
Insiden nahas ini terjadi ketika ia tengah menjalankan misi peliputan jurnalistik khusus di kawasan perairan yang dikenal memiliki ombak dinamis tersebut.
Arie rupanya tidak sendirian saat insiden hilangnya akses komunikasi tersebut terjadi.
Ia berangkat bersama rombongan rekan seprofesi dari berbagai media nasional dan internasional untuk memantau langsung aktivitas vulkanik.
Rekan jurnalis lain yang turut berada dalam rombongan tersebut antara lain M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu), dan seorang jurnalis lepas bernama Donal.
Baca Juga: Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Menkeu Ungkap Rencana Rute ke Jawa Timur
Operasi SAR Gabungan Turun ke Laut
Merespons krisis ini, manajemen situs berita Merdeka.com langsung mengambil langkah cepat dengan terus berkoordinasi secara intensif.
Mereka memantau pergerakan operasi secara melekat bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
"Merdeka.com telah mendapatkan penjelasan dari Basarnas mengenai proses pencarian yang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi," tulis Merdeka.com dalam keterangannya.
Operasi Search and Rescue (SAR) ini dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan kekuatan tempur dan penyelamat sekaligus.
Fokus utama penyisiran difokuskan pada titik koordinat terakhir rombongan pencari berita tersebut berlabuh dan beraktivitas.
Untuk mempercepat proses penemuan, berbagai alutsista dan kapal taktis dari lintas lembaga langsung membelah perairan Selat Sunda.
Berikut adalah daftar armada gabungan yang diterjunkan langsung ke lokasi pencarian:
-
KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten: Armada andalan yang dikerahkan langsung oleh Basarnas Banten.
-
RIB 02 Lampung: Kapal cepat dari Basarnas wilayah Lampung untuk memperluas area penyisiran.
-
KAL Anyer: Kapal Angkatan Laut yang menjadi bantuan taktis dari Lanal Banten.
-
KP Sanjaya 7017: Kapal patroli andalan milik Polairud Mabes Polri.
-
Ambulans FBN: Unit medis darurat yang disiagakan di darat untuk kebutuhan evakuasi cepat.
Baca Juga: Heboh Ratusan Akun UMKM Dibekukan Sepihak oleh TikTok Shop, DPR Turun Tangan
Keselamatan Awak Media Jadi Prioritas Utama
Pengerahan armada dari dua wilayah operasional, yakni Banten dan Lampung, merupakan langkah strategis mengingat luasnya area pencarian.
Pihak redaksi sangat mengapresiasi respons sigap dari Basarnas, jajaran TNI, hingga kepolisian RI yang terjun langsung ke lapangan.
Sinergi kuat antarinstitusi ini diharapkan mampu menembus segala kendala geografis di laut lepas dan segera membuahkan hasil positif.
"Keselamatan jurnalis menjadi prioritas utama Merdeka.com. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian," tulis siaran pers tersebut.
Di tengah situasi yang masih diliputi ketidakpastian, pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.
Masyarakat dan warganet diminta dengan sangat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami berharap operasi pencarian berjalan lancar dan jurnalis kami dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata Merdeka.com.
Baca Juga: Megawati Hangestri - Jordan Wilson Diprediksi Jadi Duo Paling Berbahaya di V-League Musim Ini
Saluran Komunikasi dan Informasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, kapal-kapal SAR gabungan masih berjibaku menaklukkan arus Selat Sunda demi memastikan keselamatan para jurnalis.
Dedikasi tim penyelamat membuktikan tingginya rasa kemanusiaan dalam melindungi insan pers yang bertugas di medan berisiko tinggi.
"Merdeka.com akan terus memantau dan memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi pencarian," ujar Merdeka.com.
Pihak redaksi juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya agar arus informasi tetap terpusat dan akurat.
Bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai insiden ini, silakan menghubungi Pemimpin Redaksi Merdeka.com, Wisnoe Moerti, di nomor telepon 0878-8882-1042. (naz)