Jawa Pos Radar Madiun - Tragedi hilangnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa meninggalkan kepiluan mendalam bagi ratusan anggota keluarga yang kini memadati posko informasi darurat.
Isak tangis dan doa terus mengalir di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, maupun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menanti nasib 140 penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Suasana emosional mewarnai Posko Induk Pencarian di Pelabuhan Trisakti pada Minggu (13/9).
Tangis seorang warga bernama Bunga sempat pecah hingga ia jatuh pingsan usai melihat nama sang paman, Kurdi, tercantum dalam manifes 243 penumpang KM Virgo. Namun, air mata kepanikan itu seketika berubah menjadi tangis haru saat ia siuman.
"Alhamdulillah paman saya atas nama Kurdi tercantum dalam daftar penumpang dan telah diberitahu petugas selamat," kata Bunga dengan nada lega.
Baca Juga: Update Pencarian Kapal Virgo: 6 Tewas, Radar ITS Ungkap Detik-Detik Sinyal Hilang
Nasib berbeda dialami Arif, warga kawasan Basirih yang masih diliputi kecemasan luar biasa.
Ia bergegas menuju pelabuhan sejak tengah malam usai menerima kabar bahwa kapal yang ditumpangi keluarganya dihantam gelombang besar di perairan Masalembo.
“Ayah saya bernama Muhammad Supardi, anak saya bernama Rijal dan kakak saya bernama Mukhlis. Mereka semua berada dalam rombongan Kapal Virgo Transport 8 dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin,” lirih Arif yang setia menanti sejak pukul 11.00 WITA.
Harapan serupa juga dipanjatkan Maolida, keluarga dari delapan orang rombongan peziarah asal Tapin, Kalimantan Selatan, yang menumpang kapal nahas tersebut untuk pulang ke kampung halaman.
Posko Darurat 24 Jam di Tanjung Perak
Guna mengakomodasi kebutuhan informasi yang cepat dan akurat, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 bergerak cepat mendirikan Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan bahwa posko ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan perusahaan di tengah krisis.
Baca Juga: Jelang Bebas, Napi Rutan Ponorogo Belajar Beternak 900 Ayam Jantan
"Fokus utama kami saat ini adalah kemanusiaan, Pelindo bergerak cepat menyediakan fasilitas posko yang memadai agar proses pendataan korban maupun koordinasi dengan keluarga penumpangnya berjalan lancar," ucap Purwanto.
Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, memastikan posko tersebut disiagakan penuh selama 24 jam dengan fasilitas ruang tunggu, sarana komunikasi, hingga bantuan medis awal bagi keluarga yang mengalami syok.
Hingga Minggu siang, tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 103 orang, dengan rincian 97 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.
Artinya, nasib 140 penumpang lainnya masih menjadi misteri.
Operasi pencarian kini diperluas dengan mengerahkan armada berskala besar, termasuk helikopter HR-3601, KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, dan KN Kunyit, untuk menyisir lintasan maut Surabaya-Banjarmasin secara menyeluruh. (naz)