Jawa Pos Radar Madiun -- BMKG mengingatkan adanya potensi gempa megathrust di Selat Sunda.
Kekuatannya bisa mencapai magnitudo 8,9 dan berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis BRIN, gelombangnya butuh sekitar 2,5 jam untuk sampai ke pesisir utara Jakarta dengan ketinggian 0,5 meter. Sementara, di pesisir Banten dan Jawa Barat diperkirakan lebih dari 1,5 meter.
Baca Juga: Update Insiden Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam: Basarnas Terjunkan KRI Canopus
Menurut BMKG, wilayah Selat Sunda termasuk zona yang perlu mendapat perhatian karena telah mengalami seismic gap dalam waktu yang panjang.
Berdasarkan kajian BMKG, gempa besar terakhir di kawasan tersebut terjadi pada 1757.
Apa itu Megathrust?
Megathrust bukan merupakan jenis gempa, melainkan nama tempatnya. Tepatnya bagian dangkal dari zona subduksi, yakni area di mana satu lempeng bumi menyusup ke bawah lempeng lain.
Indonesia dikelilingi 14 zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah, mulai barat Sumatra hingga kawasan timur dekat Filipina termasuk di Selat Sunda.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu: Warga Jakarta hingga Purbalingga Rasakan Getaran
Bagaimana Gempa Bisa Terjadi?
1. Lempeng bumi terus bergerak, tapi permukaannya saling tersangkut sehingga pergerakannya tertahan.
2. Dorongan lempeng membuat energi menumpuk di titik yang tersangkut selama puluhan hingga ratusan tahun.
3. Saat akhirnya jebol, energi yang terkumpul terlepas dalam hitungan detik. Inilah yang menyebabkan gempa.
4. Dasar laut ikut terdorong naik dan mengangkat air di atasnya. Gelombang kemudian bergerak menuju pantai dan menjadi tsunami.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto