PT INKA Rugi Rp 670 Miliar dan Catat Utang Triliunan, Bos Danantara Ungkap Rencana Besarnya

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi produksi kereta api di PT INKA. (DOKUMEN RADAR MADIUN)
Ilustrasi produksi kereta api di PT INKA. (DOKUMEN RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Raksasa manufaktur kereta api kebanggaan Kota Madiun, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, tengah berada di fase krusial. Kondisi finansial perusahaan pelat merah ini dikabarkan sedang tidak baik-baik saja.

Kerugian bernilai fantastis dan beban utang yang menumpuk membuat pemerintah harus segera turun tangan.

Fakta mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.

Ia menyoroti rapor merah perusahaan yang bermarkas di Madiun tersebut dan mendesak adanya langkah perbaikan atau transformasi secara masif.

Hal ini mutlak diperlukan untuk mengokohkan kembali fondasi perusahaan agar lebih kompetitif di masa depan.

Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Hadiri Seabad Gontor, 15 Duta Besar Negara Sahabat Turut Diundang

Diam-Diam Catatkan Beban Utang Jumbo

Situasi internal PT INKA saat ini memang membutuhkan tindakan penyelamatan atau turnaround yang sangat serius.

Penilaian Dony bukan tanpa alasan, melainkan berdasar pada catatan merah di buku keuangan perusahaan.

Posisi ekuitas manufaktur kereta api nasional ini diketahui telah jatuh di angka negatif.

Lebih mengejutkan lagi, perusahaan harus menanggung beban pinjaman yang tidak berkelanjutan (unsustain loan) hingga mencapai Rp 4,7 triliun.

Ditambah lagi, kerugian yang diderita oleh PT INKA tercatat menyentuh angka Rp 670 miliar.

"Kita ingin melakukan turnaround. Dan, itu hanya bisa dilakukan kalau kita punya komitmen yang sama ingin membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, dengan governance yang benar," ujar Dony dalam keterangan resminya, mengutip ANTARA, Selasa (15/9).

Baca Juga: Daftar Aplikasi Berbahaya untuk Anak Versi Komdigi: Valorant, Pinterest, dan Telegram Zona Merah

Bakal Rombak Total Tata Kelola Perusahaan?

Menghadapi krisis pelik ini, Dony menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan setengah-setengah.

Seluruh jajaran di dalam tubuh perusahaan wajib menyatukan komitmen untuk memprioritaskan tata kelola yang bersih dan sehat.

Transformasi menyeluruh harus segera dieksekusi guna menambal kebocoran dan menyelamatkan bisnis PT INKA.

Pembenahan akan menyasar berbagai aspek fundamental, mulai dari model bisnis hingga budaya kerja karyawan di lapangan.

Kualitas produksi, sistem operasional, manajemen teknis, keuangan, hingga alur proses bisnis juga akan dirombak total.

Seluruh langkah taktis ini nantinya harus disusun secara terperinci dalam sebuah rencana besar (grand plan) transformasi terintegrasi.

Dokumen cetak biru inilah yang akan dijadikan pedoman mutlak bagi manajemen dalam menjalankan misi penyelamatan perusahaan.

Baca Juga: Timex Rilis Jam Tangan Termahal Mereka di Tahun 2026, Mesin Swiss Dibalut Desain Mewah

Visi Presiden untuk Industri Kereta Api Nasional

Penyelamatan PT INKA sejatinya bukan semata-mata urusan menyelamatkan satu perusahaan BUMN dari kebangkrutan.

Langkah ini memiliki makna strategis yang jauh lebih besar bagi masa depan industri perkeretaapian di Tanah Air.

Sebagai pilar utama manufaktur kereta api nasional, eksistensi PT INKA sangat vital dalam mendorong roda industrialisasi.

Pabrik ini juga menjadi tumpuan bagi penciptaan ribuan lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat di Madiun Raya.

"Saya maunya kayak tadi kan Presiden maunya industri kereta api kita ini betul-betul maju," ucap Dony.

Melalui transformasi tegas ini, PT INKA diharapkan tidak hanya sekadar sembuh dari penyakit finansialnya. Perusahaan diharapkan bisa bangkit menjadi pemain industri manufaktur global yang tangguh dan berdaya saing tinggi. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
Sumber : ANTARA
Dony Oskaria Utang PT INKA pt inka BUMN Danantara