Jawa Pos Radar Madiun - Sejarah baru di dunia militer maritim Tanah Air akhirnya segera terukir dalam hitungan jam.
Kapal induk pertama milik Republik Indonesia dilaporkan telah resmi memasuki wilayah perairan Nusantara pada hari Kamis (17/9).
Menariknya, alutsista raksasa hasil skema hibah dari pemerintah Italia ini hadir menyapa Ibu Pertiwi dengan identitas baru.
TNI Angkatan Laut (AL) secara resmi memastikan bahwa kapal perang strategis tersebut diberi nama KRI Sriwijaya.
Sebelumnya, publik militer sempat mengenal calon armada raksasa ini dengan sebutan KRI Gajah Mada.
Kepastian nama KRI Sriwijaya ini diumumkan langsung melalui siaran pers resmi di akun Instagram Komando Armada (Koarmada) RI.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI, Kolonel (P) Wishnu Ardiansyah, turut membenarkan perubahan nama bersejarah tersebut saat dikonfirmasi.
"KRI Sriwijaya merupakan kapal induk pertama di jajaran TNI Angkatan Laut, yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi (C551)," tulis keterangan resmi Koarmada RI.
Baca Juga: Xiaomi Rilis Tiga Smartwatch Baru di Indonesia, Harga Promo Mulai Rp 400 Ribuan
Tiba di Tanjung Priok pada Jumat (18/9)
Perjalanan panjang KRI Sriwijaya melintasi samudra dari Benua Eropa ini memang telah dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Kapal yang sebelumnya menggunakan bendera Italia tersebut memulai pelayarannya dari negara asalnya pada Senin (24/8) malam silam.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, memastikan bahwa armada laut raksasa itu kini sudah berada di perairan Indonesia.
Sebelum memasuki wilayah kedaulatan RI, kapal induk ini sempat bersandar sejenak untuk transit di Sri Lanka.
"ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki Perairan Indonesia, rencananya besok Jumat, 18 September akan tiba di Jakarta," kata Tunggul di Jakarta, Kamis.
Sesuai tradisi dan prosedur yang berlaku, pergantian identitas dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya beserta pengibaran bendera Merah Putih akan dilakukan setibanya di Indonesia.
Baca Juga: Berantas Kemiskinan Ekstrem, Pemdes Grudo Realisasikan Bantuan RTLH Senilai Belasan Juta
Pengawalan Ketat Dua Kapal Fregat
Perjalanan pulang kapal induk pertama ini mendapat pengawalan dan pengamanan tingkat tinggi secara estafet.
Tunggul menjelaskan, selama menempuh rute pelayaran internasional dari Italia, armada ini terus dikawal ketat oleh kapal perang angkatan laut Italia.
Tugas pengawalan tersebut kemudian diambil alih tepat saat KRI Sriwijaya memasuki wilayah teritorial perairan Indonesia.
TNI AL langsung menerjunkan dua kapal perang andalannya dari jenis fregat untuk menyambut dan memberikan pengawalan melekat.
Dua kapal tempur yang mendapat kehormatan tersebut adalah KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Ketiga kapal perang ini kini tengah berlayar beriringan untuk membawa KRI Sriwijaya menuju dermaga kebanggaan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Setibanya di ibu kota esok hari, kedatangan kapal induk pertama dalam sejarah Indonesia ini dijadwalkan akan disambut langsung oleh jajaran pejabat tinggi Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan RI. (naz)
Editor : Mizan Ahsani