Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Siap Jadi Armada Pemadam Karhutla

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:22 WIB
Penampakan ITS Giuseppe Garibaldi. Dihibahkan oleh pemerintah Italia ke Indonesia, kapal induk tersebut bakal dinamai KRI Sriwijaya.
Penampakan ITS Giuseppe Garibaldi. Dihibahkan oleh pemerintah Italia ke Indonesia, kapal induk tersebut bakal dinamai KRI Sriwijaya.

Jawa Pos Radar Madiun - Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia akhirnya bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan armada raksasa tersebut siap dioperasikan untuk misi penting di Tanah Air.

Fokus utamanya adalah membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pokoknya apabila dibutuhkan kita akan bisa gunakan untuk kepentingan tadi ya, OMSP (Operasi Militer Selain Perang) itu kan juga termasuk OMSP," kata Ali saat meninjau langsung kapal tersebut.

Meski sudah bersandar di Jakarta, armada ini belum bisa langsung dikerahkan ke titik rawan karhutla seperti Kalimantan dalam waktu dekat.

Ali menjelaskan, kapal bersejarah tersebut masih harus melewati proses serah terima resmi dari pihak Italia ke Pemerintah Indonesia yang dijadwalkan pada 24 September 2026 mendatang.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Kucurkan Kredit Pembiayaan Ratusan Miliar di Jakarta

Modifikasi Khusus Laut Tropis

Setelah proses serah terima tuntas, Giuseppe Garibaldi akan langsung menjalani tahapan retrofit atau modernisasi secara menyeluruh.

Langkah ini diambil untuk menyelaraskan teknologi kapal dengan doktrin operasi TNI AL, sekaligus menyesuaikan spesifikasinya dengan kondisi perairan Indonesia.

"Jadi kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu," jelas Ali.

Sebelumnya, rencana strategis alih fungsi kapal induk ini telah dibahas secara matang oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada Senin (7/9) lalu.

Presiden menginstruksikan agar kapal tersebut dimodifikasi khusus menjadi pangkalan terapung bagi armada udara.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo.

Baca Juga: Bahas RUU Pemilu, Dasco Sebut Pembahasan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Masih Belum Final

Strategi Cepat Mitigasi Bencana

Dalam rancangan operasinya, geladak kapal ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 10 helikopter kelas menengah secara bersamaan.

Helikopter-helikopter tersebut nantinya dibekali kemampuan mengangkut air (water bombing) untuk menjinakkan titik api langsung dari udara.

"Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," ujar Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemanfaatan kapal induk dan skadron udara ini merupakan wujud nyata penguatan sistem mitigasi bencana nasional.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," tegasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
kri sriwijaya giuseppe garibaldi kapal induk karhutla prabowo