Sah! Komisi III DPR Setujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 10:26 WIB
Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran Komisi III DPR RI usai uji kelayakan dan kepatutan, Kamis (1/10). (ANTARA)
Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran Komisi III DPR RI usai uji kelayakan dan kepatutan, Kamis (1/10). (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun – Tongkat komando tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bakal segera berganti. Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri baru.

Persetujuan tersebut diambil usai Suyudi merampungkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (1/10). Ia ditunjuk untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memastikan keputusan strategis ini telah disepakati oleh seluruh fraksi.

Hasil pengesahan tingkat komisi ini akan langsung dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan.

Sebelumnya, pimpinan dewan telah menerima Surat Presiden (Surpres) dari Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (30/9).

Surat tunggal tersebut berisi usulan pemberhentian dan pengangkatan jabatan Kapolri.

Baca Juga: Resmi, Inilah Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Pertamina per 1 Oktober 2026

Kawal Astacita dan Buka Ruang Kritik

Dalam pemaparannya, Suyudi menegaskan kesiapannya mengawal program Astacita yang digagas oleh Presiden Prabowo.

Fokus utamanya mencakup reformasi hukum, pemberantasan korupsi dan narkoba, serta penguatan keamanan nasional.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI itu memastikan Polri akan menjaga ruang aman bagi pembangunan negara.

Ia juga menjamin kepolisian tidak akan mengambil alih atau tumpang tindih dengan fungsi kementerian lain.

Menariknya, Suyudi memandang kritik berbasis fakta dari masyarakat sebagai hal yang positif. Ia secara terbuka menyebut keluhan publik sebagai sistem peringatan dini (early warning system) bagi Polri untuk segera berbenah.

"Kritik dan keluhan publik masih kita terima. Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi," tegas purnawirawan bintang tiga tersebut di hadapan anggota dewan.

Baca Juga: Panahan Sumbang Emas, Cek Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Terbaru 

Kebut Reformasi Institusi

Di sisi lain, Suyudi menyadari bahwa transformasi struktural dan kultural di tubuh institusi baju cokelat bukanlah pekerjaan yang mudah.

Namun, ia berkomitmen untuk berani melihat kekurangan internal secara jernih demi kemajuan Polri.

Ia turut merespons positif keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri bentukan presiden yang diketuai Jimly Asshiddiqie.

Menurutnya, rekomendasi komisi tersebut menjadi momentum krusial untuk mempercepat pembenahan.

Suyudi memastikan bahwa reformasi ini sama sekali tidak bertujuan untuk melemahkan kewenangan institusi kepolisian.

Langkah bersih-bersih ini justru dirancang untuk memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas. "Serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kedekatan Polri dengan masyarakat," pungkas Suyudi. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
kapolri baru suyudi ario seto Listyo Sigit Prabowo dpr profil