Pertamina Bangun Sekat Bakar 12 Hektare, Bentengi Gunung Arjuno dari Kebakaran

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 15:53 WIB
BENTENGI ARJUNO: Upaya mitigasi kebakaran di kawasan Gunung Arjuno diperkuat melalui pembangunan sekat bakar seluas 12 hektare serta pelibatan pelajar dalam Green School Arjuno.
BENTENGI ARJUNO: Upaya mitigasi kebakaran di kawasan Gunung Arjuno diperkuat melalui pembangunan sekat bakar seluas 12 hektare serta pelibatan pelajar dalam Green School Arjuno.

PASURUAN – Ancaman kebakaran di kawasan Gunung Arjuno diantisipasi dari dua sisi. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda membangun sekat bakar di lahan seluas 12 hektare sekaligus melibatkan pelajar dalam konservasi melalui Green School Arjuno.

Mitigasi kebakaran difokuskan di Blok Eyang Semar. Kawasan tersebut didominasi alang-alang yang rawan terbakar. Kondisi tanahnya juga relatif tipis dengan tingkat kesuburan rendah.

Bersama Kelompok Pelestari Tahura (KPT) Wono Asri dan Polisi Hutan Raden Soerjo, Pertamina mengembangkan sekat bakar berlapis serta sekat lingkaran pohon. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menghambat penjalaran api ketika terjadi kebakaran.

Upaya menjaga ekosistem Gunung Arjuno tak berhenti pada pembangunan sekat bakar. Regenerasi pelestari lingkungan juga disiapkan dengan menggandeng SMP Negeri 1 Purwodadi dan Cempaka Foundation melalui Green School Arjuno.

Program tersebut menjadikan lingkungan sebagai laboratorium pembelajaran bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas konservasi.

Kegiatannya mulai pembibitan native species, pembuatan kompos dan eco enzyme, penyusunan rencana kerja Green Ranger, hingga persiapan penanaman tanaman lokal di kawasan Gunung Arjuno.

Green house turut dibangun untuk pembibitan tanaman lokal dan flora langka. Sedangkan teba biopori dimanfaatkan sebagai sarana mengolah bahan organik guna mendukung kebutuhan pupuk.

Aviation Fuel Terminal Manager Juanda Okky Yuliawan Purwonegoro mengatakan, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Termasuk menanamkan kesadaran konservasi kepada generasi muda.

’’Kesadaran dan jiwa konservasi perlu ditumbuhkan sejak dini melalui pengalaman dan keterlibatan langsung di lapangan,’’ ujarnya.

Ketua Adiwiyata SMP Negeri 1 Purwodadi Sri Yuli menilai program tersebut turut memperkuat pendidikan lingkungan di sekolah, khususnya dalam pengelolaan sampah secara mandiri.

’’Kami berharap kolaborasi ini dapat terus memberikan manfaat bagi sekolah dan anak didik kami,’’ katanya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan, konservasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bukan sekadar memulihkan kawasan yang rusak, tetapi juga menyiapkan generasi yang mampu menjaganya.

’’Melalui Green School Arjuno, kami mendorong siswa untuk belajar langsung dari alam sekaligus mengambil peran dalam kegiatan konservasi, mulai dari pembibitan, pemeliharaan keanekaragaman hayati hingga reboisasi,’’ jelasnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
Green School Arjuno konservasi lingkungan pertamina patra niaga sekat bakar gunung arjuno