Jawa Pos Radar Madiun - Sosok intelektual yang dikenal dengan kritik tajamnya, Rocky Gerung, kini resmi berkantor di lingkungan Istana Negara.
Ia telah resmi dilantik sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi babak baru dalam kariernya ini, Rocky secara lugas menyatakan bahwa dirinya hanya berpindah posisi dari luar ke dalam pemerintahan.
Langkah ini diambil agar setiap argumentasi dan pikirannya bisa lebih cepat sampai kepada presiden secara langsung.
Ia merasa jarak komunikasinya kini tidak perlu lagi melalui perantara forum diskusi publik yang belum tentu didengar oleh pimpinan negara.
"Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden," ungkap Rocky saat menghadiri agenda di Jakarta, Selasa lalu.
Rocky sangat menyadari bahwa posisinya di lingkaran Istana akan menjadikannya sasaran kritik publik maupun rekan sesama akademisi.
Namun, ia secara tegas menepis anggapan yang menyebutkan bahwa reputasinya telah didagangkan kepada Prabowo.
Baca Juga: Update Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Naik Dua Tingkat ke Posisi 116 usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Ia memastikan akan tetap menjadi sosok yang independen dan siap mempertanggungjawabkan setiap pilihan yang diambilnya berdasarkan moral dan akal sehat.
Terkait peran barunya, Rocky menegaskan bahwa tugas utama seorang anggota Wantimpres adalah bersikap kritis dalam menyusun pertimbangan kebijakan.
Menurutnya, bersikap kritis sangatlah berbeda dengan sekadar melontarkan kritik.
Sikap kritis ini mutlak diperlukan lantaran setiap kebijakan pemerintah selalu berpotensi memunculkan persepsi yang beragam di tengah masyarakat.
Sesuai dengan pesan dari Presiden Prabowo, Wantimpres didesain untuk memiliki kedudukan secara etis, bukan sekadar teknis operasional.
Artinya, lembaga ini tidak diarahkan untuk menangani berbagai persoalan teknis jalannya pemerintahan sehari-hari.
Anggota Wantimpres justru dituntut untuk mengambil jarak dari peristiwa konkret agar mampu melakukan kontemplasi dan evaluasi arah kebijakan secara jernih.
Rocky mengibaratkan peran Wantimpres ini layaknya komite pengawas atau oversight committee di sebuah lembaga besar.
Tugas dewan adalah mengingat, menimbang, dan memutuskan sebuah rekomendasi strategis, sementara kewenangan penetapan akhirnya tetap berada di tangan presiden. (naz)
Editor : Mizan Ahsani