Jawa Pos Radar Madiun - Nama Rokok HS mendadak menjadi sorotan publik setelah peristiwa kecelakaan maut yang menimpa pemiliknya, H Muhamad Suryo, di Kulonprogo pada Minggu (1/3).
Insiden tragis tersebut merenggut nyawa sang istri, Anis Syarifah, sementara Muhamad Suryo kini dalam kondisi kritis.
Lantas, apa itu Rokok HS dan bagaimana profil perusahaan di baliknya?
Baca Juga: Alternatif Mudik Gratis 2026: Program Mudik Asyik BUMN dan Angkutan Motis Kemenhub Resmi Dibuka
Mengenal Rokok HS, Kretek Asal Magelang
Rokok HS adalah merek rokok kretek yang diproduksi di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Merek ini dikenal memiliki pertumbuhan pesat di pasar tembakau wilayah DIY dan Jawa Tengah sejak tahun 2024.
Secara administratif, brand ini dikelola oleh perusahaan bernama PT Gisara Tantra Berkarya Cigarette Company.
Perusahaan ini merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis besar yang bernaung di bawah Surya Group Holding Company.
Surya Group, Gurita Bisnis Muhamad Suryo
Di bawah kepemimpinan Muhamad Suryo dan dukungan mendiang Anis Syarifah, Surya Group berkembang menjadi holding company dengan lini bisnis yang sangat variatif:
-
Sektor Tembakau: Melalui PT Gisara Tantra Berkarya (Rokok HS) di Magelang.
-
Sektor Energi: Terlibat dalam industri Minyak dan Gas bumi.
-
Properti & Konstruksi: Fokus pada pengembangan infrastruktur dan perumahan.
-
Transportasi Udara: Mengoperasikan maskapai penerbangan bernama Fly Jaya.
Baca Juga: SPPG Mejayan Kabupaten Madiun Masuk Daftar Suspend BGN tapi Tetap Beroperasi, Begini Alasannya
Kebijakan Inklusif dan Dampak Ekonomi
Salah satu alasan merek Rokok HS cepat diterima masyarakat adalah kebijakan rekrutmennya.
Pasangan Muhamad Suryo dan Anis Syarifah dikenal sangat inklusif dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal dari wilayah DIY dan Jawa Tengah, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar pabrik.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Moge Bos Rokok HS Haji Muhammad Suryo: Istri Tewas, Suami Dilaporkan Kritis
Update Kondisi Keluarga dan Penyelidikan
Jenazah Anis Syarifah telah dimakamkan di Pemakaman Muslim Tajem, Sleman, pada Senin (2/3/2026) dengan dihadiri ratusan pelayat, termasuk Bupati Sleman.
Di saat yang sama, tim Satlantas Polres Kulon Progo masih melakukan penyelidikan intensif menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap kronologi tabrakan antara moge Harley Davidson milik korban dengan sepeda motor Jupiter MX.
Polisi memastikan proses hukum berjalan objektif guna memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani