NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kilometer (Km) 578–579 tol Solo–Kertosono (Soker) jadi atensi Polres Ngawi. Ruas masuk Desa Ngale, Paron, itu banyak makan korban. ‘’Di sana (Km 578-579) itu sering terjadi kecelakaan,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Ipda Sulanjar Tri Setiawan.
Lanjar, sapaan Sulanjar Tri Setiawan, mengevaluasi penyebab laka lantas di ruas sepanjang satu kilometer tersebut. Di Km 578, pengendara cenderung menyalip dari kiri, bukan kanan. Dampaknya terjadi tabrak belakang dengan kendaraan di depannya. Padahal, mendahului dari kiri tidak diperbolehkan. ‘’Kecepatan juga tinggi karena mendekati rest area Km 575,’’ ujarnya.
Laka lantas kerap terjadi saat malam. Suasana jalan yang lengang membuat pengendara terlena dengan menekan lebih dalam pedal gasnya. Melaju kencang lebih dari 100 kilometer tentu efeknya bisa fatal. Kendaraan mudah oleng serta sensitif terhadap gerakan dari pengemudinya. ‘’Bekas ban ketika melakukan pengereman menandakan terjadi gerakan mendadak dan mengakibatan kendaraan oleng,’’ ungkapnya.
Lanjar menambahkan, penyebab laka lantas lainnya adalah memaksa berkendara saat mengantuk. Jalanan yang lurus dan lengang membuat pengemudi mudah kehilangan konsentrasi. Selain itu, kendaraan yang digunakan kondisinya kurang prima. ‘’Beberapa kasus pecah ban karena ban vulkanisir dan yang bagian dalam sudah tipis,’’ paparnya. (mg1/c1/cor)
Editor : Administrator