NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi - Delapan jam usai apel pasukan antisipasi bencana hidrometeorologi, angin kencang kemarin (25/10) menyapu belasan desa di empat kecamatan di Ngawi. Laporan yang diterima badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), peristiwa sekitar pukul 17.00 itu mengakibatkan empat rumah warga rusak serta pohon bertumbangan di tujuh titik.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat angin kencang yang disertai hujan lebat itu. ''Jenis kerusakannya dinding hancur kena timpa pohon dan genting terbawa angin,'' kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi tadi malam.
Teguh menyebutkan, ada empat wilayah yang terdampak angin kencang. Meliputi Kecamatan Ngawi, Kasreman, Pitu, dan Kedunggalar. Pohon tumbang bukan hanya merusak rumah warga, melainkan juga menutup akses kendaraan di sejumlah ruas jalan. ''Pohon tumbang telah tertangani,'' ujarnya.
Menurut Teguh, angin kencang menerjang hampir di semua wilayah kabupaten ini. Namun, tidak semuanya menimbulkan dampak kerusakan. Berdasar laporan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, kecepatan angin mencapai 30 kilometer per jam. ''Berdasarkan ramalan BMKG Juanda, cuaca ekstrem meningkat 20 hingga 50 persen di awal musim penghujan tahun ini,'' ungkapnya.
Sebagai langkah preventif, posko darurat didirikan di kantor BPBD. Sebanyak 15 tim search and rescue (SAR) juga disiagakan di wilayahnya masing-masing. (sae/c1/cor/her)
Editor : Administrator