Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tiga Tahun, 99 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Ngawi

Hengky Ristanto • Minggu, 2 Januari 2022 | 03:35 WIB
IMUNISASI: Proses vaksinasi di lima kecamatan di Ngawi berjalan lamban. (DOK RADAR NGAWI)
IMUNISASI: Proses vaksinasi di lima kecamatan di Ngawi berjalan lamban. (DOK RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Masih adakah ruang aman bagi perempuan dan anak? Puluhan kasus kekerasan terhadap kalangan itu terjadi di Ngawi saban tahunnya. Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPPA) mencatat 99 kejadian dalam tiga tahun terakhir.


Perinciannya, 40 kasus terjadi pada 2019. Tahun berikutnya sempat turun menjadi 28 kasus. Namun, jumlahnya kembali naik menjadi 31 kasus tahun ini. ‘’Didominasi tindak asusila atau pelecehan seksual,’’ kata Kepala UPT Pusat Perlindungan Anak DPPPA Ngawi Gatot Kariyanto, Sabtu (1/1).


Gatot menyebut, 18 dari 31 kasus tahun ini merupakan pelecehan seksual. Mirisnya, kebanyakan pelaku merupakan orang terdekat. Seperti ayah tiri, kerabat, atau tetangga. ‘’Ini memang menjadi perhatian khusus. Karena menyangkut masa depan perempuan dan anak,’’ ujarnya.


DPPPA mengklaim pendidikan seks selalu diberikan kepada anak atau orang dewasa. Bahkan, upaya menciptakan zero kekerasan juga menggandeng sejumlah organisasi masyarakat. Akan tetapi, kasus masih terus bermunculan. ‘’Kami mengingatkan orang tua untuk mewaspadai orang-orang di sekitarnya. Anak juga harus dibekali edukasi mengenai anggota tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain,’’ terangnya.


Gatot mengungkapkan, korban kekerasan sering kali mengalami trauma berbulan-bulan. Pihaknya pernah melakukan pendampingan hingga 10 kali pertemuan agar gangguan psikologisnya hilang. Sebab, tidak dimungkiri lingkungan sekolah atau tempat tinggal belum sepenuhnya ramah terhadap korban. ‘’Potensi perundungan masih tinggi. Karena itu, kami terus melakukan edukasi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kasus kekerasan #ngawi