NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk liburan ke Taman Wisata Tawun, Kasreman, Ngawi. Sebab, dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) berniat menaikkan harga tiket masuknya hingga dua kali lipat.
Dari saat ini Rp 5.000 menjadi Rp 10 ribu per orang. ‘’Surat permohonannya sudah dikirimkan ke TAPD (tim anggaran pemerintah daerah, Red). Hasilnya belum diketahui karena masih dilakukan kajian,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana, Rabu (12/1/2022). Rudi menyampaikan, tarif saat ini mengacu Perda 2/2011 tentang Retribusi Rekreasi dan Olahraga. Besarannya dinilai sudah tidak relevan terhadap perkembangan tahun. Juga fasilitas yang didapatkan oleh pengunjung. ‘’Harga tiket di destinasi serupa daerah lain ada yang sampai Rp 25 ribu. Jadi, kenaikan Rp 10 ribu masih relevan,’’ ujarnya.
Alasan kenaikan harga karcis lainnya untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Bupati Ony Anwar Harsono berekspektasi pemasukan wisata pelat merah itu naik menjadi Rp 1 miliar. Besarannya terpaut jauh dari target tahunan Rp 200 juta.
Harapan bupati itu menimbang realisasi PAD yang selalu mencatatkan hasil surplus. Tahun lalu, misalnya, tercapai Rp 270 juta. ‘’Target Rp 1 miliar sebetulnya celetukannya Pak Bupati. Tapi, sangat bisa dilakukan. Salah satunya dengan cara menaikkan harga tiket masuk,’’ bebernya.
Rudi mengklaim jumlah pengunjung Taman Tawun cukup tinggi. Dia tunjuk bukti kunjungan wisatawan pada November dan Desember tahun lalu. Selama periode singkat itu, tercatat 25 ribu wisatawan yang datang. ‘’Kunjungan wisatawan bisa meningkat dengan cara menggelar event atau atraksi budaya,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)
Editor : Hengky Ristanto