NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Perputaran uang di Ngawi kelak bukan hanya rupiah. Investasi dalam bentuk dolar kian mendekat. Seiring kepastian PT Gachi Yasa Nusantara (GYN) menancapkan kuku bisnisnya di Ngawi tahun ini. Korporasi itu mendapatkan suntikan modal dari taipan asal Korea Selatan (Korsel). ‘’Nilai investasi di atas Rp 600 miliar,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto, Senin (24/1/2022).
Totok mengungkapkan, PT GYN telah mengantongi persetujuan kegiatan kesesuaian penataan ruang (PKKPR) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Proposalnya telah diajukan sejak tahun lalu. Hasil peninjauan, perusahaan itu layak membangun pabrik di Desa Glagah, Geneng. Luasan lahannya sekitar 12 hektare. ‘’Sesuai proposal ada dua industri yang akan dibangun,’’ ujarnya.
PT GYN bakal membangun pabrik tekstil di lahan seluas enam hektare. Sisanya untuk industri pengelolaan kulit. Totok menyebutkan bahwa kedua sektor tersebut membutuhkan sedikitnya 12 ribu pekerja. ‘’Muncul lapangan pekerjaan baru bagi warga Ngawi,’’ ucapnya.
Selain PT GYN, lanjut Totok, tiga calon investor asing tengah mengurus perizinan di tempatnya. Yakni, PT West, PT Biomas, dan PT Pei Hai Internasional Wiratama Indonesia. Kendati belum mengajukan proposal resmi, ketiganya telah mencari lokasi strategis bakal pabrik. ‘’Kami berharap semuanya terealisasi karena nilai investasinya ditaksir Rp 1,5 triliun,’’ pungkasnya sembari menyebut tenaga kerja yang diserap mencapai 28 ribu orang. (sae/c1/cor/her)
Editor : Hengky Ristanto