NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tragedi jebakan tikus beraliran listrik di Ngawi tidak juga berhenti. Rantimin, 62, warga Desa Campurasri, Karangjati, tewas tersengat perangkap maut itu kemarin (1/2). Senjata makan tuan itu terpasang di area persawahan desa setempat yang disewanya. ‘’Saat ditemukan posisinya tengkurap dan masih menggendong alat semprot,’’ kata Didik Nurul Ariawan, warga setempat.
Didik mengungkapkan, Rantimin hendak menyemprot tanaman padi sekitar pukul 08.00. Sawah yang disewa dikelilingi kawat beraliran listrik. Ketika melakukan penyisiran, korban jatuh terpeleset hingga mengenai perangkap tersebut. ‘’Sempat berteriak minta tolong, tapi saat didatangi sudah meninggal,’’ ujarnya.
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan mengatakan, penyebab kematian Rantimin diduga tersengat jebakan tikus. Hasil visum terdapat luka pada tangan kiri dan punggung. ‘’Korban telah memasang jebakan aliran listrik sejak dua bulan lalu untuk membasmi tikus,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)
Editor : Hengky Ristanto