NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Upacara Keduk Beji tak pandang pandemi Covid-19. Ritual di Sendang Tawun, Desa Tawun, Kasreman, Ngawi, itu digelar kemarin (8/2). Puluhan warga yang berpartisipasi seolah tidak khawatir tertular virus korona.
Menurut Supomo, tokoh masyarakat setempat, upacara Keduk Beji tidak boleh terlewat kendati hanya sekali. Warga takut kena bahala. Sebab, tradisi saban Selasa Kliwon, Jumadil Akhir, itu untuk menghormati Eyang Ngudro Doyo.
Berdasarkan legenda, lokasi bertapa leluhur itu cikal bakal Sendang Tawun yang kini menjadi sumber kehidupan warga setempat. ‘’Satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, irigasi persawahan, dan kolam renang Taman Wisata Tawun,’’ kata Mbah Wo, sapaan akrab Supomo.
Rangkaian upacara Keduk Beji diawali pembersihan sendang sejak Kamis (3/2) lalu. Kegiatan itu diikuti kenduri mendoakan seluruh anggota keluarga warga yang telah berpulang. ‘’Saat hari biasa sendang tidak boleh dibuat mandi,’’ ungkap juru selam Sendang Tawun itu.
Kemarin Mbah Wo lancar menyelam ke sumber mata air sedalam empat meter. Di lokasi yang berbentuk seperti gua itu, dia meletakkan sesaji kendi berisi air tapai. Setelahnya, upacara menyeberangkan tumpeng di sendang hingga samplukan yang diikuti orang-orang dewasa. ‘’Upacara ditutup dengan selamatan,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)
Editor : Hengky Ristanto