NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jembatan Ngantru di Jalan Raya Ngawi–Bojonegoro masuk Desa Ngawi Purba, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, tidak berumur panjang. Baru empat bulan beroperasi sejak pembangunan ulangnya selesai Oktober tahun lalu, infrastruktur itu kini nyaris ambruk.
Kerusakan tersebut akibat railing (sandaran) jembatan sisi selatan dihantam truk Daihatsu Hino bernopol W 8835 UO kemarin (9/2) dini hari. Kendaraan seberat 11 ton yang mengangkut semen 29 ton itu dikemudikan Chusnul Adnan, 54, asal Desa Sekardadi, Jenu, Tuban. Kerasnya hantaman sampai membuat ambles badan jembatan sedalam lebih dari satu meter. Posisi jembatan terlihat melengkung ke arah barat.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara bermotor. Satlantas Polres Ngawi memutuskan menutup sementara akses melintas. Baik dari arah Ngawi menuju Bojonegoro dan Cepu, Jawa Tengah, maupun sebaliknya.
Para pengendara yang hendak melintas terpaksa dialihkan memutar rute lebih jauh. Ruas jalan nasional tersebut kini tak ubahnya jalan buntu. ‘’Kami lakukan rekayasa lalu lintas sampai jembatan daruratnya dibangun,’’ kata Kasatlantas Polres Ngawi AKP Zainul Imam Syafi'i.
Imam mengungkapkan, kendaraan roda dua dan empat dengan berat di bawah delapan ton dialihkan ke jalan alternatif Desa Ngawi Purba dan Sadang. Sedangkan roda enam dengan tonase lebih dari delapan ton diarahkan lewat Jombang dan Nganjuk. ‘’Pengalihan arus telah dikomunikasikan dengan daerah terkait,’’ ujarnya.
Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal itu bermula ketika truk muatan semen melaju dari arah utara. Sekitar 100 meter menjelang tempat kejadian perkara (TKP), Chusnul mengaku merasakan persneling kendaraannya tidak berfungsi normal. Roda giginya tidak bisa ditambah maupun dikurangi. Dugaannya kehabisan angin. ‘’Tapi sopir memaksa terus melaju,’’ ungkap Zainul.
Setelah melewati Jembatan Ngantru, lanjut Kasatlantas, kondisi jalan sedikit menanjak. Dalam kondisi panik, Chusnul berusaha menurunkan roda gigi ke satu. Akan tetapi, upaya itu malah membuat persneling dalam posisi netral. Rem juga tidak berfungsi normal kala diinjak.
Kendaraan akhirnya melaju mundur dan baru berhenti sejauh 50 meter setelah menabrak railing. ‘’Karena sopir tidak bisa menjaga keseimbangan, truk akhirnya oleng ke kiri,’’ paparnya sembari menyebut muatan semen truk dipindahkan ke kendaraan lain untuk mengurangi beban.
Pihak PT Sinar Indah Perkasa (SIP) yang menjadi mitra ekspedisi semen mendatangi lokasi laka lantas. Imam Wasis, pengurus operasional lapangan PT SIP, mengklaim kendaraan pengangkut diservis secara berkala. Namun, dalam kasus kali ini, ada kemungkinan mesin truk rusak sebelum kegiatan pemeliharaan dilakukan. ‘’Servis rutin langsung dari pihak Daihatsu Hino,’’ ujarnya sembari menyebut puluhan ton semen dari Bojonegoro hendak diantarkan ke Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, untuk proyek bendungan daerah setempat. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto