Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rusak, Tugu Kartonyono Senilai Rp 3,1 Miliar Berhenti Berputar

Hengky Ristanto • Sabtu, 26 Februari 2022 | 18:47 WIB
RUSAK: Tugu Kartonyono, Ngawi, berhenti berputar sejak awal Januari lalu. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR NGAWI)
RUSAK: Tugu Kartonyono, Ngawi, berhenti berputar sejak awal Januari lalu. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Tugu Kartonyono, Ngawi memprihatinkan. Bangunan yang menjadi ikon kabupaten ini berhenti berputar dalam sebulan terakhir. Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) masih menyelidiki musabab rusaknya rotator tugu di persimpangan Jalan Panglima Sudirman dengan Yos Sudarso dan Ahmad Yani itu. ‘’Kami pernah lakukan perbaikan, tapi beberapa jam kemudian rusak lagi,’’ kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti, Sabtu (26/2).


Menurut Yesi, pangkal masalah berhenti berputarnya Tugu Kartonyono bukan pada dinamo penggerak. Sebab, peranti itu kembali tidak berputar selang beberapa jam diperbaiki. Pihaknya menduga kerusakan pada komponen mesin lainnya. ‘’Jika akar masalahnya ketemu, tentu perbaikan bisa bertahan lama,’’ ujarnya.


DPUPR menganggarkan Rp 20 juta untuk pemeliharaan rotator Tugu Kartonyono saban tahunnya. Dana itu untuk memastikan tugu berputar setiap 10 menit sekali dengan durasi putaran lima menit. Kendati rutin perawatan, namun Yesi menilai beban rotator cukup berat untuk memutar tugu seberat delapan ton itu. ‘’Kalau mengganti mesin pemutar belum memungkinkan karena mahal,’’ tuturnya.


Kelir tugu yang dibangun empat tahun silam dengan dana Rp 3,1 miliar itu juga mengelupas. Yesi mengungkapkan, pengecatan ulang belum dilakukan sejak dua tahun lalu. Bila memungkinkan, pihaknya coba mengusulkan anggarannya di perubahan APBD 2022. Di sisi lain, proses pengecatan butuh treatment khusus agar cat tidak mudah pudar atau mengelupas. Sebab, langsung terkena sinar matahari dan hujan. ‘’Estimasi anggaran belum bisa diprediksi karena masih mencari formula dan lapisan khusus agar cat tahan lama,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pemkab Ngawi #Tugu Kartonyono