Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tak Punya Rumah, Pasutri Hidup di Kolong Jembatan Ring Road Timur Ngawi

Hengky Ristanto • Senin, 4 April 2022 | 22:28 WIB
KUMUH: Misrin bersama Sri Wahyuti, istrinya, tinggal di kolong Jembatan Ring Road Timur Ngawi. (FAIZAL AMJAD/JAWA POS RADAR NGAWI)
KUMUH: Misrin bersama Sri Wahyuti, istrinya, tinggal di kolong Jembatan Ring Road Timur Ngawi. (FAIZAL AMJAD/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena yang umumnya dijumpai di kota besar ternyata juga ada di Ngawi. Misrin, 57, bersama Sri Wahyuti, 30, istrinya, tinggal di kolong Jembatan Ring Road Timur Ngawi. Di pinggiran aliran Bengawan Madiun itu, keduanya tidur, makan, hingga buang hajat. ‘’Karena tidak punya rumah,’’ kata Misrin kemarin (3/4).


Kolong jembatan tempat tinggal Misrin terlihat begitu kumuh. Lantainya masih berupa tanah dengan atap jembatan ditutup terpal. Pria yang kesehariannya memulung itu menyekat kolong menjadi dua bagian menggunakan kain bekas spanduk. Bagian dalam untuk kamar tidur. Sedangkan bagian luar untuk menempatkan kasur bekas dan barang-barang hasil memulung. ‘’Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini,’’ ujarnya.


Sejatinya Misrin lahir dan besar di Desa Klitik, Geneng. Sedangkan istrinya berasal dari Desa Watualang, Ngawi. Namun, keduanya tidak punya sanak saudara. Persoalan itu sempat membuat keduanya hidup nomaden. Sebelum akhirnya menetap di kolong jembatan. ‘’Dulu pernah menumpang di masjid,’’ ungkapnya.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Misrin dan Sri mengandalkan hasil memulung. Sesekali memancing ikan untuk dijual. Sejumlah warga kerap memberikan bantuan berupa makanan atau uang. ‘’Kalau untuk air minum ambil dari sumur bor di sawah milik warga,’’ ujar Misrin.


Terpisah, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setyono mengaku belum tahu ihwal potret manusia kolong Jembatan Ring Road Timur. ‘’Kami komunikasikan dengan dinas sosial untuk tindak lanjutnya,’’ ucapnya. (tr1/c1/cor/her)

Editor : Hengky Ristanto
#sosial #ngawi