Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mancing Ngobok ala Komunitas Tegek Coklek  

Hengky Ristanto • Selasa, 19 April 2022 | 14:22 WIB
UNIK: Sejumlah anggota Komunitas Tegek Coklek Ngawi mancing ngobok di Kalimati, Wisata Taman Candi, Minggu (17/4). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR NGAWI)
UNIK: Sejumlah anggota Komunitas Tegek Coklek Ngawi mancing ngobok di Kalimati, Wisata Taman Candi, Minggu (17/4). (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tegek Coklek Ngawi adalah komunitas mancing ikan yang unik. Para anggotanya melemparkan kail pancing hingga menunggu umpannya disambar ikan dengan posisi berendam di dalam air. ‘’Namanya memancing teknik ngobok,’’ kata Ketua Komunitas Tegek Coklek Ngawi Felda Satria, Selasa (19/4).


Yang membedakan mancing ngobok dengan mancing pada umumnya adalah harus bersedia basah. Pemancing tidak terlalu kecapekan lantaran setengah badannya berada di dalam air. Suhu tubuh  lebih terjaga ketimbang mancing dari atas permukaan. ‘’Walau badan masuk ke dalam air, tapi tidak memengaruhi ikan memakan umpan,’’ ujarnya.


Sedikitnya 140 anggota Komunitas Tegek Coklek mancing ngobok di Kali Mati kawasan wisata Taman Candi, Desa Kartoharjo, Minggu (17/4). Kegiatan tersebut bagian dari ngabuburit sekaligus menjaga kebersamaan para anggota komunitas.


Menurut Satria, Kali Mati yang dulunya dialiri Bengawan Madiun itu potensial sebagai spot memancing. Pun, disediakan fasilitas perahu atau warung apung di tengah danau. ‘’Sayangnya, populasi ikan perlahan habis karena praktik penjaringan,’’ tuturnya.


Dewi, salah seorang anggota Komunitas Tegek Coklek, menilai mancing ngobok lebih asyik. Embusan angin dan dinginnya air membuat teriknya sinar matahari tidak terasa. Dirinya pun betah berlama-lama mancing. ‘’Walau sulit dapat ikan, tapi tetap menyenangkan,’’ ujar warga Desa Sidowayah, Kedunggalar, tersebut. (sae/c1/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#ngawi #mancing #Komunitas