NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi melakukan manuver pelayanan kesehatan. Layanan persalinan Puskesmas Geneng dialihkan ke Rumah Sakit (RS) Geneng untuk sementara waktu.
Langkah tersebut merespons keluhan masyarakat perihal tiadanya unit gawat darurat (UGD) di Puskesmas Geneng. ‘’Karena memang ruangan UGD-nya tidak ada,’’ kata Kepala Dinkes Ngawi Yudono, Senin (30/5).
Yudono menerangkan, skema pelayanan di Puskesmas Geneng dan RS Geneng berubah. Ke depannya puskesmas difokuskan terhadap pelayanan yang sifatnya promotif dan preventif. Sedangkan layanan rawat inap dan UGD di RS Geneng.
Akan tetapi, skema tersebut belum dijalankan. Sebab, izin operasional rumah sakit tipe D itu masih diproses. ‘’Karena mempertimbangkan keadaan darurat, untuk sementara ini RS Geneng melayani persalinan,’’ ujarnya sembari menyebut layanan persalinan memiliki empat ranjang perawatan.
Dia mengatakan, manuver serupa tidak akan diterapkan di RS Mantingan. Sebab, Puskesmas Mantingan memiliki ruangan UGD dan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (PONED). ‘’Alternatif untuk layanan rawat inapnya lebih banyak. Bisa ke Puskesmas Walikukun atau fasilitas kesehatan di Sragen,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto