NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kehadiran lima industri milik investor asing sepertinya belum dapat menyerap tenaga kerja tahun ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi menyebutkan bahwa kelimanya masih dalam proses pembangunan pabrik. ‘’Butuh waktu karena industri besar,’’ kata Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto kemarin (30/5).
Lima pemodal asing berasal dari Korea Selatan, Amerika Serikat, dan India. Kelimanya bergerak dalam industri tekstil, pengolahan kulit, dan pangan. Pemkab memprediksi lebih dari 20 ribu tenaga kerja bakal terserap. ‘’Progres pembangunan pabrik masih pembebasan dan sertifikasi lahan,’’ ujarnya.
Totok berhitung kelima pabrik milik taipan asing itu beroperasi pada 2023 atau 2024. Pihaknya berharap waktunya bisa dipercepat. Sebab, lebih dari 21 ribu warga kabupaten ini saat ini tidak bekerja. ‘’Untuk mengurangi angka pengangguran,’’ ucapnya.
Di sisi lain, kehadiran lima pemodal mancanegara tahun ini diyakini menjadi angin segar bagi sektor investasi. DPMPTSP memprediksi calon investor lain akan berdatangan. Apalagi, wilayah daerah ini masuk trase tol Ngawi–Bojonegoro-Babat (Lamongan) alias Ngarobat. ‘’Selain itu, akan ada kawasan industri agropolitan yang masuk proyek strategis nasional,’’ pungkas Totok. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto