Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dua Ekor Rusa di Wanawisata Monumen Soerjo Ngawi Mati Misterius

Hengky Ristanto • Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:14 WIB
KHAWATIR: Petugas memberikan makan sejumlah rusa Wanawisata Monumen Soerjo, Ngawi. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
KHAWATIR: Petugas memberikan makan sejumlah rusa Wanawisata Monumen Soerjo, Ngawi. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pengelola penangkaran rusa timor di Wanawisata Monumen Soerjo, Ngawi, masih dirundung kekhawatiran. Kendati hasil pengujian sampel lendir enam ekor rusa Senin (14/6) lalu menyatakan negatif terjangkit PMK.


Pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta, itu dinilai belum menguak tabir kematian dua ekor rusa awal bulan ini. ''Selain itu, ada tiga ekor rusa yang sedang sakit,'' kata Muhammad Senja Pebruadi, petugas penangkaran rusa Wanawisata Monumen Soerjo, Jumat (17/6).


Senja mengungkapkan, dua ekor rusa mati secara misterius pada 3 dan 8 Juni. Kematian itu membuat rusa dalam penangkaran tinggal 28 ekor. Sebelum hilang nyawa, kedua hewan bertanduk itu mengalami gejala klinis mirip PMK. Seperti munculnya lesi pada mulut serta keluar cairan dari hidung dan mulut.


Otopsi dokter hewan setempat menunjukkan hasil terindikasi PMK. Karena itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan DPP. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel lendir dan darah untuk memastikan penyebab kematian. ‘’Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah untuk memastikan terinfeksi PMK atau terkena penyakit lain,’’ ujarnya.


Senja menyampaikan, kondisi tiga ekor rusa yang sempat sakit kini mulai membaik. Setelah pihaknya mengikuti saran DPP untuk menambahkan campuran empon-empon pada makanan dan minuman rusa. ‘’Pemberian jamu herbal ada hasilnya, nafsu makan rusa meningkat,’’ ungkapnya.


Administratur KPH Perhutani Ngawi Tulus Budyadi mengatakan, puluhan rusa Wanawisata Monumen Soerjo sejatinya hidup terisolasi dari hewan luar penangkaran. Akan tetapi, potensi tertular PMK tetap terbuka melalui perantara manusia. ''Langkah mitigasinya, pengunjung harus steril sebelum memberikan makan agar rusa benar-benar aman dari PMK,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Pemkab Ngawi #Wanawisata Monumen Soerjo #Pariwisata #ngawi