NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bukan bunyi alarm yang membangunkan pemuda 24 tahun ini dari tidur pulasnya sekitar pukul 06.30 kemarin (4/8). Dwi Andika Yulianto membuka mata karena mendengar suara dentuman keras. Di saat bersamaan sejumlah asbes dari atap bengkel motor di rumahnya berjatuhan. Warga Desa Sawo, Karangjati, itu nyaris celaka karena tidur di dalam ruangan tersebut. ‘’Saya refleks menghindar,’’ kata Dwi.
Dwi baru mengetahui penyebab asbes berjatuhan setelah keluar rumah. Sebuah truk tronton bernopol B 9965 TEY tanpa muatan menabrak pagar dan bengkel. Lokasinya di pinggir Jalan Raya Ngawi–Caruban. Akibat peristiwa itu, dua motor yang terparkir di dalam bengkel tertimpa reruntuhan. Sedangkan Rudiono, sopir truk, menderita luka di bagian kepala. Pria 47 tahun yang beralamat di Desa Glagahwero, Panti, Jember, itu ditolong warga setempat. ‘’Sopir dibawa ke Puskesmas Karangjati,’’ ujarnya.
Kasatlantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto menyatakan, truk tronton yang melaju dari arah barat mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sopir diduga mengantuk. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu menguasai setir kemudi. Hingga akhirnya oleng ke utara dan menabrak rumah bengkel. ‘’Dugaan mengantuk karena di TKP tidak ada bekas pengereman,’’ ucapnya.
Djoko menaksir kerugian Su’udi, bapak Dwi yang merupakan pemilik bengkel, mencapai Rp 50 juta. Pagar rumah, bangunan bengkel, serta dua unit motor dan spare part di dalam bengkel rusak. ‘’Sopir akan dimintai keterangan lebih lanjut,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto