NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Setelah menyepakati kerja sama dengan Politeknik Negeri Jember (Polije), Pemkab Ngawi giliran menjajaki Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kerja sama kali ini juga untuk mendirikan program studi di luar kampus utama (PSDKU).
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono telah melakukan audiensi dengan Rektor Unesa Nurhasan dan jajaran wakil rektor Kamis (1/9) lalu. Progres pembahasannya sampai pada pembentukan tim teknis oleh masing-masing pihak. ‘’Tim teknis untuk mempercepat penyusunan FS (feasibility study),’’ kata Ony, Sabtu (3/9).
Menurut Ony, program studi (prodi) manajemen industri Unesa dapat dibuka di kabupaten ini. Prodi itu relevan dengan daerah ini yang segera memiliki kawasan industri agropolitan. ‘’Kompetensi lulusannya bisa untuk kebutuhan pengembangan industri atau sport science dan tourism,’’ ujarnya.
Bupati berharap penjajakan awal dengan Unesa berjalan positif. Agar pendirian kampus PSDKU Unesa terealisasi. Keberadaan perguruan tinggi yang kian banyak dapat menjadi multiefek bagi bidang lain. Selain memiliki sumber daya manusia (SDM) berdaya saing, akses pendidikan tinggi juga terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah. Bahkan, membantu pemkab dalam mengambil kebijakan pembangunan. ‘’Akademisi dari perguruan tinggi bisa men-support perencanaan kebijakan yang lebih terarah,’’ tuturnya.
Bupati menambahkan, masyarakat juga akan mengalami perubahan sosial yang cukup tinggi. Semakin banyak mahasiswa, maka keberadaan rumah kos, rumah makan, dan usaha lainnya bakal berkembang pesat. ‘’Ekonomi masyarakat akan bergeliat,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto