NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meneropong potensi pembukaan kampus cabang di Ngawi. Cek ombak sejauh mana kesiapan masyarakat dan dukungan pemkab itu dilakukan melalui penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.
‘’Studi kelayakan sebagai tolok ukur. Kalau tidak bagus, kesiapan dan dukungan kurang, rencana pembangunan perlu dipertimbangkan,’’ kata Suprapto, wakil rektor bidang umum dan keuangan Unesa, dalam acara forum group discussion (FGD) Pendirian Multikampus Unesa di Ngawi, Jumat (9/9).
Menurut Suprapto, dukungan pemkab mencari calon mahasiswa penting demi keberlangsungan kampus cabang. Gedung perkuliahan rencananya didirikan di Desa Tawun, Kasreman. Lokasinya masuk Kawasan Ngudal yang terintegrasi dengan sport centre dan pabrik pakan ternak.
Kesiapan masyarakat juga krusial dalam menyediakan prasarana pendukung bagi mahasiswa. Seperti rumah kos dan tempat makan. ‘’Karena itu, kami langsung cek lokasi kawasan integrasi Ngudal yang ditawarkan pemkab,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, diskusi ulang bakal dilakukan seandainya lokasi yang direkomendasikan tidak sesuai harapan. Proses kajiannya pun bisa jadi panjang lantaran berkaitan dengan banyak pihak. Apalagi, pembangunan kampus cabang di kabupaten ini berfokus pada pendidikan vokasi atau sarjana terapan. Targetnya mencetak sumber daya manusia (SDM) sebagai praktisi atau ahli. ‘’Bila nanti berkembang pesat, dapat dikolaborasikan dengan lebih banyak program studi,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto