NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Suporter Persinga perlu banyak bersabar. Sebab, proposal pembangunan stadion baru hingga kini belum direspons Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Padahal, penyusunan pra-feasibility study-nya selesai dua tahun lalu. ‘’Belum masuk di APBN 2022,’’ kata Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ngawi Hangga Agung Otto Fandian, Minggu (18/9).
Hangga menyampaikan bahwa progres terbaru pembangunan stadion adalah penyiapan lokasi. Stadion itu masuk kawasan integrasi Ngudal di Desa Tawun, Kasreman, seluas 10 hektare. Lokasinya satu area dengan bakal kampus cabang Universitas Negeri Surabaya yang saat ini masih penjajakan. ‘’Tinggal menunggu anggaran pembangunannya,’’ ujarnya.
Diketahui, Kemenpora menjanjikan stadion baru di Ngawi pada 2015. Setelah Persinga berhasil menjadi runner-up Piala Kemerdekaan tahun itu. Artinya, tujuh tahun berlalu tanpa kejelasan. ‘’Karena Imam Nahrawi (Menpora kala itu, Red) tersandung kasus korupsi, janji itu tidak ada yang mengawal dan belum terealisasi sampai sekarang,’’ ucapnya.
Andai kata pusat menyetujui pembangunan stadion, masih banyak dokumen yang harus dipenuhi pemkab. Antara lain, feasibility study, masterplan, detail engineering design (DED), dan analisis dampak lingkungan (amdal). ‘’Dokumen tersebut baru dikerjakan jika ada sinyal positif dari Kemenpora,’’ tutur Hangga. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto