NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyambut baik wacana peralihan kendaraan listrik untuk operasional perangkat daerah. Namun, orang nomor satu di lingkup pemkab itu mafhum program belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. ‘’Harus ada kajian terlebih dahulu terkait produk kendaraan listrik yang cocok,’’ kata Ony, Senin (3/10).
Ony menerangkan, mobil listrik mesti memperhitungan kecepatan, keamanan, dan daya tahan. Tidak kalah penting pengadaannya melihat kemampuan anggaran. Kecenderungannya, harga kendaraan listrik lebih mahal ketimbang yang berbahan bakar minyak (BBM). ‘’Penggantian kendaraan operasional dinas atau pribadi harus dimulai dengan penyusunan rancana peraturan daerah,’’ ujarnya.
Peralihan kendaraan listrik yang merupakan instruksi Presiden Joko Widodo itu direspons aktivis lingkungan. Direktur Wahana Lingkungan (Walhi) Jawa Timur Wahyu Eka Setyawan mengatakan, kendaraan listrik tidak mutlak ramah lingkungan. Karena masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Sumber daya geraknya batu bara yang menyumbang gas efek rumah kaca cukup besar. ‘’Salah satu bahan baterai itu nikel yang proses penambangannya tidak ramah lingkungan,‘’ ucapnya sembari mencontohkan penambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto