NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Tragedi tewasnya 131 suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, menjadi momentum insan sepak bola berbenah. Salah satunya para pendukung yang mesti menjunjung tinggi sikap fair play. Sejumlah kelompok suporter di Ngawi menggelar deklarasi damai di Stadion Ketonggo, Selasa (4/10) malam.
‘’Deklarasi damai menjadi awal yang baik untuk perubahan sepak bola ke depannya,’’ kata Sekretaris Askab PSSI Ngawi Hasan Zunairi, Kamis (6/10).
Kelompok suporter yang mengikat janji damai itu meliputi Aremania Ngawi, Bonek Ngawi, dan The Jak Ngawi. Lalu, Viking Ngawi, Geng Rembol Warriors (GRW), dan Pastimania. ‘’Mengakhiri rivalitas karena tidak ada pertandingan sepak bola semahal nyawa manusia,’’ ujarnya.
Hasan menerangkan, substansi perubahan selanjutnya menunggu hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. Mulai dari kelayakan stadion, keamanan, hingga prosedur pelaksanaan pertandingan. ‘’Penundaan start Liga 3 Zona Jawa Timur tepat untuk dilakukan agar pelaksanaannya tidak sia-sia,’’ ucapnya.
Dia mengatakan, hasil investigasi TGIPF akan mengevaluasi semua aspek kompetisi sepak bola. Mulai dari Liga 1, 2, hingga 3. ‘’Pedoman perubahan sepak bola tanah air,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto