NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Alam mulai tidak ramah. Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Ngawi dalam dua hari terakhir. Bencana pada Sabtu (8/10) dan kemarin (9/10) itu mengakibatkan setidaknya 17 rumah rusak dengan empat di antaranya ambruk.
Amukan sang bayu juga mengakibatkan sembilan pohon tumbang. Selain menimpa rumah, ada yang menutup akses melintas kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan. ‘’Ada dua unit motor tertimpa reruntuhan rumah dan pohon. Beruntungnya tidak ada korban jiwa,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Anang Heri Prabowo.
Seharian kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan peringatan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah di Jawa Timur. Ngawi, salah satunya, dengan kecepatan angin kencang mencapai 40 kilometer per jam.
‘’Hari ini (kemarin, Red) hujan lebat dan angin kencang melanda beberapa desa di Kecamatan Pangkur, Sine, Padas, Kasreman, Widodaren, dan Ngawi,’’ sebutnya.
Anang mengungkapkan, bencana hidrometeorologi terjadi karena faktor peralihan musim kemarau ke hujan. BMKG Juanda memperkirakan fenomena alam itu berlangsung hingga 15 Oktober nanti. Bila intensitas hujan cukup tinggi, bukan tidak mungkin sejumlah wilayah rawan bakal digulung banjir.
‘’Kami telah meminta camat, kepala desa, dan relawan untuk bersiaga. Masyarakat juga harus waspada, baik saat di rumah maupun berkendara ketika hujan mengguyur,’’ tuturnya.
Sepanjang tahun lalu, 29 rumah di tujuh kecamatan rusak akibat bencana angin kencang. Kecamatan Kasreman paling parah dengan 12 rumah rusak dan satu ambruk (selengkapnya lihat grafis). ‘’Jangan berteduh di bawah pohon besar selama musim pancaroba ini,’’ imbau Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Ngawi Tri Bimo. (tr1/sae/c1/cor)
Editor : Hengky Ristanto