NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kawasan wisata Taman Candi, Ngawi, gundah gulana. Mereka gusar usahanya digusur bila aset objek wisata itu sah beralih ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Kawasan masuk Desa Kartoharjo, Ngawi, itu menjadi objek tukar guling pemkab untuk mengakuisisi aset Benteng Van den Bosch. ‘’Pedagang takut tidak bisa berjualan kalau asetnya bukan lagi milik pemkab,’’ kata Adi Susilo, ketua paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Taman Candi, Sabtu (15/10).
Adi mengungkapkan, sedikitnya 20 pedagang aktif berjualan setiap harinya. Mereka menjajakan makanan, minuman, dan jasa mainan anak. Jumlahnya meningkat empat kali lipat ketika akhir pekan. Angka kunjungan mencapai 2.000 orang ketika Sabtu dan Minggu. ‘’Pedagang yang mayoritas warga sekitar menggantungkan hidupnya dari berjualan di Taman Candi,’’ ujarnya.
Taman Candi diklaim sebagai salah satu destinasi yang diminati masyarakat. Bukan hanya warga kabupaten ini, melainkan juga luar daerah. Rindangnya pepohonan dan keberadaan Kali Mati menjadi pelengkap pelesiran wisatawan. Setelah sebelumnya mengunjungi Museum Trinil atau Taman Tawun. ‘’Taman Candi ini biasanya menjadi tempat kumpul keluarga, alumni sekolah, atau acara komunitas,’’ ungkapnya.
Adi tidak mempermasalahkan bila pemkab menghibahkan aset Taman Candi ke Kemenhan. Pihaknya berharap nasib para pedagang diperhatikan. Apalagi, mereka punya kemauan mempersolek kawasan wisata Taman Candi. ‘’Semoga nantinya masih boleh berdagang,’’ harapnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto