Tahapan awal proyek itu memaksa pengosongan bangunan dari segala aktivitas perkantoran. ‘’Rencana rehabilitasi penyesuaian gedung untuk ruang perkuliahan dilakukan awal tahun,’’ kata Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ngawi Hangga Agung Otto Fandian, Kamis (10/11).
Hangga mengungkapkan, Polije serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah mengecek bangunan DPPTK beberapa waktu lalu. Keperluannya menginventarisasi jumlah ruangan. Pemetaan itu untuk menentukan lokasi ruang kelas dan dosen serta layanan administrasi dan laboratorium.
‘’Inventarisasi sebagai bahan DPUPR membuat DED (detail engineering design) untuk rehabilitasinya,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, penyediaan ruang tambahan untuk program studi di luar kampus utama (PSDKU) Polije memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Progres pendiriannya masih tahap pengurusan izin operasional ke Kemendikbudristek. ''Meski diurus langsung oleh Polije, ada beberapa dokumen yang harus dibuat pemkab,'' ucapnya.
Dokumen yang dibuat pemkab meliputi surat rekomendasi Bupati Ony Anwar Harsono ihwal potensi dan minat calon mahasiswa. Lalu, bukti kerja sama dengan instansi, dunia usaha, dan industri.
Polije rencananya mendirikan program studi (prodi) manajemen agroindustri dan manajemen informasi kesehatan. Pemkab telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi dan pihak swasta. ''Minimal ada kepastian menampung magang maupun tenaga ahli untuk menjadi dosen tamu,’’ pungkasnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto