Kondisi sejumlah infrastrukturnya dipandang membahayakan untuk wisatawan. ‘’Jembatan kayu yang biasanya dilewati pengunjung itu lapuk,’’ kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi.
Supardi mengatakan, ATP sementara ini dimanfaatkan untuk balai pelatihan pertanian dan kegiatan peternakan. Salah satu area lahannya dijadikan tempat praktik pertanian ramah lingkungan. ‘’Warga setempat menitipkan ternak kambing dan sapinya ke kandang,’’ ujarnya.
Sementara, proyek pengembangan ATP menjadi Ngawi Planetarium Agro Park (NPAP) tampaknya belum terealisasi dalam waktu dekat. Progres saat ini pembentukan dan pelaksanaan capacity building. ‘’Untuk pembentukan tim pengadaan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU),’’ kata Supardi. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto