Kendaraan itu bantuan program corporate social responsibility (CSR) dari salah satu perbankan. ‘’Kalau terealisasi nantinya ada empat mobil damkar,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo.
Bimo mengungkapkan, pihak bank telah meminta spesifikasi mobil damkar yang ingin dimiliki pertengahan bulan lalu. Usulannya fire truck berkapasitas air 3.000 hingga 4.000 liter.
Harga damkar kapasitas sedang itu di kisaran Rp 1,5 miliar hingga Rp 1,7 miliar per unit. ‘’Informasinya masih dalam pertimbangan direksi di tingkat pusat,’’ ujarnya.
Saat ini satpol PP punya dua mobil damkar berkapasitas 3.000 liter. Lalu, satu mobil damkar lainnya berkapasitas 6.000 liter. Mobil damkar bantuan CSR rencananya diletakkan di pos bantu Kecamatan Padas.
Keberadaannya untuk meng-cover kejadian kebakaran di wilayah timur daerah ini. Meliputi Kecamatan Padas, Kasreman, Pangkur, Bringin, dan Karangjati. ‘’Area tersebut cukup jauh dari pos induk di Ngawi kota,’’ ucapnya.
Menurut Bimo, kabupaten ini minimal punya empat pos damkar. Jumlah itu menilik luasan wilayah 1.298 kilometer persegi dengan total 217 desa/kelurahan. Hingga kini sudah ada tiga pos. Yakni, pos induk serta pos bantu wilayah barat dan timur. Satu pos baru perlu dibangun di wilayah lereng Gunung Lawu.
‘’Untuk penanganan kebakaran di Kecamatan Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine,’’ urainya sembari menyebut satpol PP mengusulkan pengadaan satu unit mobil damkar kapasitas sedang tahun depan.
Dia menuturkan, tambahan armada dan pos bantu untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) kebakaran. Idealnya petugas damkar harus sudah tiba di lokasi 15 menit setelah laporan diterima. ‘’Kami masih menunggu kabar baik CSR dan usulan pengadaan di APBD 2023,’’ pungkasnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto