‘’Ada sedikit keterlambatan,’’ kata Siswanto, anggota Komisi I DPRD Ngawi usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas perpustakaan dan kearsipan (dinperpusip), Rabu (14/12).
Siswanto mengungkapkan, pengerjaan depo arsip telat tiga persen. Pekan ini seharusnya lebih dari 88 persen. Dinperpusip menggunakan musim hujan sebagai dalih keterlambatan itu.
Intensitas hujan yang tinggi membuat pengerjaan sejumlah item terganggu. Antara lain, pemasangan instalasi listrik, plafon, bagian atap. ‘’Kami akan ke lapangan dalam waktu dekat untuk melihat sejauh mana progresnya,’’ ujarnya.
Komisi I meminta rekanan kerja lembur agar proyek dengan nilai kontrak Rp 1,98 miliar ini rampung tepat waktu. Namun, kualitas pembangunan tidak boleh dikorbankan.
Pengerjaannya tidak boleh serampangan meski kejar tayang. Sebab, keberadaan depo arsip penting guna optimalisasi tata kelola arsip. ‘’Ruang arsip saat ini tidak layak karena masih numpang di perpustakaan daerah,’’ tuturnya.
Kepala Dinperpusip Ngawi Kartikawari Pinilih masih berkeyakinan pengerjaan depo arsip selesai tepat waktu. Keterlambatan tiga persen dapat dikejar dengan kerja lembur.
‘’Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat pengerjaan beberapa item finishing terkendala,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto