Hasilnya, tiga unit alat pemasok air sebagai proteksi kebakaran itu tidak berfungsi. ‘’Hanya satu berfungsi normal, tiga lainnya trouble,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo.
Bimo mengatakan, empat unit hidran yang diuji tersebar di tiga titik. Dua berada di bagian barat serta masing-masing satu sisi utara dan timur. Ketiga hidran yang tidak berfungsi berada di setiap lokasi tersebut.
‘’Jumlah sebelas hidran ini sudah ideal dan tersebar di seluruh penjuru. Tapi, perlu memerhatikan fungsinya,’’ ujarnya.
PT Nindya Karya, rekanan restorasi Benteng Van den Bosch, diminta memperbaiki tiga hidran yang tidak berfungsi. Kondisi fasilitas damkar harus prima mempertimbangkan aset Benteng Pendem, nama lain Benteng Van den Bosch, bernilai ratusan miliar rupiah. ‘’Setelah diperbaiki akan dicek lagi,’’ ucapnya.
Bimo menyampaikan bahwa Benteng Pendem belum memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul ketika terjadi peristiwa kebakaran atau bencana alam.
PT Nindya Karya disarankan untuk menyediakan fasilitas tersebut. ‘’Sifatnya penting karena Benteng Pendem nantinya dikunjungi banyak wisatawan,’’ ujarnya.
Selain uji coba hidran, damkar juga memeriksa alarm detector dan alat pemadam api ringan (apar). Keduanya disebut berfungsi normal. ‘’Ketika api muncul, alarm berfungsi dengan baik,’’ ungkap Bimo. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto