Pekerjaan rumah (PR) itu meliputi perbaikan atap, lantai, atau dinding. Kerusakan ketiga item bangunan tersebut masuk kategori berat dan sedang. ‘’Perlu intervensi dari beberapa sektor,’’ kata Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Selasa (10/1).
Antok, sapaan akrabnya, menyebutkan tiga sumber anggaran untuk menambah daftar keluarga penerima manfaat (KPM) bedah rumah tahun ini. Yakni, APBDes melalui dana desa (DD).
Lalu, bantuan keuangan (BK) khusus dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) serta program disperkim. ‘’Ada juga dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur,’’ ujarnya.
Sebanyak 213 pemdes wajib mengalokasikan Rp 20 juta DD-nya untuk memperbaiki dua unit RTLH. Lalu, masing-masing menerima tambahan Rp 17,5 juta bersumber BK khusus.
Pemkab meminta duit itu untuk perbaikan satu RTLH lagi. Dengan kalimat lain, 439 rumah bakal dibedah dengan dana Rp 7,9 miliar.
Antok merencanakan program bedah rumah dari DD dan BK khusus digeber Maret nanti. Langkah itu demi efektivitas pengerjaan.
‘’Karena perbaikan RTLH dari disperkim, pusat, dan pemprov masih akhir tahun,’’ ucap wakil bupati yang urung menyampaikan besaran dana dan jumlah unit perbaikan RTLH dari masing-masing anggaran itu. (sae/cor)
KUCURAN ANGGARAN BEDAH RUMAH 2023
DANA DESA
Rp 20 juta alokasi setiap desa
Rp 4,2 miliar total alokasi 213 desa
426 rumah RTLH yang diperbaiki
BANTUAN KEUANGAN KHUSUS
Rp 17,5 juta untuk setiap desa
Rp 3,7 miliar total untuk 213 desa
213 RTLH yang diperbaiki
ANGGARAN LAINNYA
Program disperkim
Bantuan pemerintah pusat
Bantuan Pemprov Jawa Timur
Sumber: Diolah dari wawancara Editor : Hengky Ristanto