Proses menyiapkan tim untuk kompetisi berikutnya dilakukan lebih cermat. ‘’Menunggu kepastian Liga 3 bergulir dulu,’’ kata Antok, sapaan akrabnya.
Antok mengambil pilihan berhati-hati usai mengetahui PSSI memutuskan menghentikan Liga 2 dan Liga 3 di beberapa zona yang terlanjur bergulir, Kamis (12/1). Langkah itu demi menghindari rugi waktu, energi, dan biaya.
Guna maksimal mengarungi kompetisi Liga 3 Zona Jatim tahun lalu, persiapan dilakukan jauh hari. Lulut Kistono direkrut sebagai pelatih kepala pada Agustus. ‘’Saat itu kompetisi diperkirakan mulai September,’’ ujarnya.
Lulut lantas mulai meracik tim. Merekrut beberapa pemain muda, menggelar pemusatan latihan, dan uji tanding melawan klub lain. Akan tetapi sampai lewat September, kepastian start Liga 3 Jatim masih abu-abu.
‘’Lalu, terjadilah Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter dan Liga 3 Jatim batal digelar,’’ ucapnya.
Antok yang juga Ketua Askab PSSI Ngawi memilih fokus pada kegiatan internal. Menggelar kompetisi klub di bawah naungan organisasinya. ‘’Sebagai upaya regenerasi pemain dan mencetak atlet sepak bola muda yang berprestasi,’’ tuturnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto