‘’Kami menggandeng agen tunggal pemegang merek (ATPM) Honda Madiun untuk memeriksa kondisi kendaraan,’’ kata Kasatlantas Polres Ngawi Iptu Achmad Fahmi Adiatma, Senin (16/1).
Fahmi mengatakan, tenaga ahli ATPM Honda diminta memeriksa sekaligus menjelaskan kondisi mobil. Khususnya setelah menghantam moncong truk. ‘’Kami minta penjelasan soal temuan speedometer 130 kilometer per jam dan perseneling gigi lima,’’ ujarnya.
Di sisi lain, kesempatan polisi memintai keterangan korban selamat kian menipis. Sebab, satu dari tiga penumpang selamat akhirnya meninggal, Jumat (13/1). Setelah mendapatkan perawatan intensif dari RS Widodo sejak Kamis (12/1).
Penumpang yang menyusul lima korban tewas sebelumnya itu Hariyanto, 35, warga Desa Widodaren, Gerih. ‘’Kami masih menunggu kondisi korban lainnya membaik untuk dimintai keterangan sebagai saksi kunci,’’ ucap Fahmi.
Sementara, Setu Priyadi, bapak Hariyanto, mengaku sudah ikhlas dengan menerima kejadian sebagai musibah. Anaknya merupakan pemilik mobil.
Kendaraan berkelir putih yang saat kejadian disopiri Juan Dwipa Anggara Putra itu dibeli empat bulan lalu dengan kondisi second. ‘’Anak saya meninggalkan satu istri dan anak yang masih kelas IV SD,’’ ungkapnya.
Robby Fandhita Kurniawan, dokter jaga RS Widodo mengatakan bahwa tinggal satu korban yang dirawat di tempatnya. Yakni, Anjar Qodar Sobeki, 23, asal Desa Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar.
Sedangkan Aprilia Dwi Putri, 15, yang ber-KTP Kota Batam telah dirujuk ke RSUP dr Sardjito, Jogjakarta, karena kondisinya memburuk. ‘’Korban Anjar sudah sadar namun kondisinya masih lemah,’’ ungkapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto