Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pasien ODGJ yang Kabur di Ngawi Belum Ditemukan

Hengky Ristanto • Kamis, 19 Januari 2023 | 18:02 WIB
NAHAS: Proses pencarian Kateno, pasien ODGJ RSUD dr Soeroto, yang diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo, kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NAHAS: Proses pencarian Kateno, pasien ODGJ RSUD dr Soeroto, yang diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo, kemarin. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pria 39 tahun ini bikin pusing petugas Ruang Teratai RSUD dr Soeroto, Ngawi. Kateno yang menderita gangguan kejiwaan kabur dari tempat perawatannya itu Selasa (17/1) lalu. Dalam pelariannya, warga Desa Semen, Paron, itu diduga hanyut tenggelam di aliran Bengawan Solo.

Hingga kemarin (18/1), proses pencarian yang dilakukan tim search and rescue (SAR) gabungan belum membuahkan hasil.

Budi Supriyanto, kepala Ruang Teratai RSUD dr Soeroto mengungkapkan, Kateno kabur setelah jam makan sore. Salah seorang petugas hendak masuk dari ruang rehabilitasi untuk mengambil wadah makanan menggunakan troli.

Ketika membuka gembok pintu, Kateno ternyata berdiri di dekat pintu dan menerobos keluar. Upaya mengejar tidak seketika dapat dilakukan. ‘’Karena petugas harus menutup pintunya lebih dulu agar pasien lain tidak kabur,’’ ujarnya.

Setelah pintu terkunci, petugas menyisir seluruh area dalam dan luar RSUD dr Soeroto. Sejumlah saksi mata menyampaikan bahwa orang dengan ciri-ciri mirip Kateno berlari menuju arah timur rumah sakit.

Salah satunya mengenakan kaos warna merah, pakaian khusus pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) rumah sakit pelat merah itu. Kemudian belok ke utara yang merupakan arah aliran Bengawan Solo. Lokasinya memang bersebelahan. ‘’Dicari-cari tapi tetap tidak ketemu,’’ ucapnya.

Budi menambahkan, salah seorang pemancing ikan sempat melihat orang yang mengenakan kaus warna berenang di aliran Bengawan Solo. Saksi mata menduga pria itu hendak menyeberang. Belum sampai di tepian, orang yang dimaksud berteriak minta tolong. Tubuhnya lantas hanyut tenggelam lantaran arus cukup deras. ‘’Dugaannya pasien yang kabur,’’ ujarnya.

Kateno sudah empat hari dirawat di ruang Teratai. Dia dibawa perangkat Desa Semen dan Polsek Paron karena sempat mengamuk. Aksinya dinilai membahayakan keluarga dan tetangga. Kateno tercatat sebagai pasien ODGJ RSUD dr Soeroto sejak tiga tahun lalu. ‘’Dulu juga pernah kabur pulang ke rumah,’’ ungkap Budi.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Satpol PP Ngawi Purwanto mengatakan, proses pencarian dengan menyiris aliran Bengawan Solo hingga perbatasan Bojonegoro. Lima buah perahu karet pun diturunkan. ‘’Kami berkoordinasi dengan tim SAR di Bojonegoro untuk membantu memantau,’’ ujarnya. (sae/cor)

Kronologi Aksi Kateno Melarikan Diri

Sumber: Diolah dari wawancara Editor : Hengky Ristanto
#pasien odgj kabur dari rumah sakit #pasien kabur #ngawi #bengawan ngawi #pasien odgj hanyut di bengawan solo #rsud dr soeroto #odgj tenggelam